Demi Korban Banjir, Bupati M. Syukur Peras Keringat Cari Celah Anggaran hingga Rogoh Kocek Pribadi
Bangko, Mediator
Bupati Merangin, M. Syukur, memimpin langsung rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Banjir di Ruang Pola Lantai II Kantor Bupati Merangin pada Senin (4/5).
Dalam rapat tersebut, Bupati menegaskan kepada Satgas yang telah dibentuk untuk memprioritaskan bantuan sosial (bansos), kesehatan, pendidikan, dan perbaikan infrastruktur bagi warga terdampak.
Didampingi Asisten I Setda Merangin, rapat ini dihadiri oleh jajaran Satgas lintas instansi, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, PUPR, Dinas Kesehatan, Dishub, Kominfo, Perkim, Dinas Pendidikan, hingga OPD terkait lainnya.
Bupati meminta seluruh jajaran untuk bergerak cepat mengatasi kebutuhan paling mendesak di wilayah-wilayah yang terendam
Dari data yang dihimpun, bencana banjir kali ini diketahui melanda sejumlah titik di Kabupaten Merangin.
Wilayah yang terdampak di antaranya Desa Pulau Bayur dan Desa Selango di Kecamatan Pamenang Selatan, Desa Rantau Limau Kapas di Kecamatan Tiang Pumpung, Desa Rantau Jering di Kecamatan Lembah Masurai, serta beberapa daerah lainnya.
Hingga saat ini, Pemkab Merangin menyoroti kebutuhan mendasar warga terdampak banjir. Desa Rantau Jering, Selango, dan Pulau Bayur dilaporkan sangat membutuhkan bantuan pipa air bersih karena jaringan yang ada rusak akibat terjangan banjir.
Selain itu, masyarakat Desa Pulau Bayur mendesak pemerintah untuk segera membangun jembatan gantung baru guna memulihkan akses transportasi yang putus total.
Menanggapi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bupati M. Syukur menyatakan akan memeras keringat untuk mencari segala celah yang memungkinkan agar penanganan dampak banjir tetap berjalan optimal.
“Kita harus cari jalan keluar di tengah keterbatasan ini demi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati M. Syukur secara spontan merogoh kocek pribadinya untuk menyumbang langsung kepada para korban. Ia menuturkan bahwa aksi ini murni merupakan panggilan kemanusiaan yang tidak bisa ditunda.
“Ini berkaitan dengan sosial kemanusiaan. Apa yang bisa kita bantu, kita dahulukan,” sebutnya.
Di sisi lain, untuk mengantisipasi munculnya wabah penyakit pasca-banjir seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).
Bupati menginstruksikan Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk segera melakukan pengasapan (fogging) secara menyeluruh di pemukiman warga yang terdampak. (mlk)
