DAERAHEKONOMIPEMBANGUNAN

Inflasi Jambi Capai 2,10 %

Jambi, Mediator

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Aidil Adha, S.E., M.E., menyampaikan bahwa inflasi di Provinsi Jambi pada April 2026 tercatat sebesar 2,10 % secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Inflasi bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,27 %, sedangkan inflasi tahun berjalan (year-to-date) dari Januari hingga April 2026 mencapai 0,52 %.

Peningkatan inflasi pada April 2026, terang Aidil Adha, sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pangan, barang konsumsi, dan transportasi. Kenaikan harga beberapa komoditas pokok, seperti nasi dengan lauk, sate, minyak goreng, beras, jeruk, jengkol, kentang, dan sigaret kretek mesin, turut mendorong pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Jambi.

‘’Selain itu, kenaikan tarif angkutan udara juga memberikan kontribusi terhadap inflasi bulanan di wilayah ini, terutama pada sektor transportasi yang memengaruhi biaya perjalanan masyarakat,’’ sebutnya.

Aidil Adha juga melaporkan adanya perbedaan tingkat inflasi antar kabupaten dan kota. Kabupaten Muara Bungo mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,52 %, sementara Kabupaten Kerinci justru mengalami deflasi sebesar 0,19 %, yang menunjukkan adanya penurunan harga rata-rata pada periode yang sama.
‘’Perbedaan ini mencerminkan dinamika harga yang bervariasi antar wilayah, dipengaruhi oleh faktor distribusi barang, ketersediaan komoditas lokal, dan pola konsumsi masyarakat,’’ paparnya.

Dalam keterangannya, Aidil Adha menekankan bahwa inflasi merupakan satu diantara indikator utama dalam pemantauan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. ‘’Kenaikan harga kebutuhan pokok dapat berdampak langsung pada daya beli rumah tangga, khususnya kelompok berpendapatan menengah ke bawah,’’ terangnya.

Ditegaskan Aidil Adha, angka inflasi yang dirilis oleh BPS ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merencanakan strategi distribusi barang, pengendalian harga, serta perencanaan anggaran rumah tangga.

‘’Selain itu, BPS Provinsi Jambi mencatat bahwa kelompok makanan dan minuman memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi, diikuti oleh kelompok transportasi,’’ tegasnya.

Hal ini, aku Aidil Adha, menegaskan bahwa kebutuhan pokok dan biaya perjalanan menjadi faktor sensitif yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat. ‘’Data ini juga dapat menjadi referensi untuk pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan stabilisasi harga, termasuk pengawasan pasar, operasi pasar, dan pengaturan distribusi komoditas strategis,’’ katanya.

Dikatakan Aidil Adha, peningkatan inflasi di Provinsi Jambi pada April 2026 sejalan dengan tren nasional yang menunjukkan adanya tekanan harga di beberapa sektor kebutuhan pokok. ‘’Dengan demikian, pengawasan dan mitigasi inflasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan ekonomi daerah, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang bulan-bulan berikutnya,’’ tandas Aidil Adha. (tsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *