DAERAHEKONOMIPEMBANGUNAN

Media Field Trip 2026 : Bioflok Pertamina EP Jambi Dongkrak Ekonomi 4 Desa di Muaro Jambi

MUARO JAMBI, Mediator

Sebanyak 59 jurnalis dari Forum Jurnalis Migas Jambi diajak meninjau langsung program budidaya ikan air tawar sistem bioflok binaan Pertamina EP Jambi di Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu, Selasa 23/6/2026.

Kunjungan lapangan itu bagian dari Media Field Trip 2026 yang digagas FJM Jambi bersama SKK Migas dan Pertamina EP Jambi. Tujuannya memperkenalkan program pemberdayaan masyarakat yang sudah memberi dampak nyata di sekitar wilayah operasi.

Bioflok jadi andalan ketahanan pangan

Di Kasang Lopak Alai, para jurnalis melihat kolam-kolam ikan yang dikelola kelompok masyarakat binaan. Teknologi bioflok dipilih karena lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan dibanding budidaya konvensional.

Wilayah binaan Pertamina EP Jambi di kawasan itu mencakup 4 desa. Tahun pertama program fokus ke budidaya ikan air tawar bioflok sebagai langkah mendorong ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan warga lewat sektor perikanan.

Puncak kegiatan ditandai penandatanganan komitmen bersama. Komitmen itu jadi simbol sinergi semua pihak untuk mewujudkan kelompok budidaya yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Apresiasi dari pemerintah desa

Kepala Desa Kasang Lopak Alai, Pawi, mengapresiasi pembinaan dari SKK Migas dan Pertamina EP Jambi.

“Program ini berdampak positif bagi masyarakat, khususnya di budidaya ikan air tawar. Kami siap bersinergi mengembangkannya,” ujarnya.

Menurut Pawi, desanya punya potensi besar jadi pusat budidaya ikan air tawar di Muaro Jambi.

“Kasang Lopak Alai siap jadi pilot project ketahanan pangan sekaligus sentra budidaya yang menaikkan kesejahteraan warga,” katanya.

FJM : Keberhasilan migas diukur dari dampak sosial

Ketua FJM Jambi H. Mursyid Songsang menyebut field trip penting agar pers melihat langsung program pemberdayaan yang dijalankan.

“Keberhasilan hulu migas tidak hanya dari lifting, tapi juga kontribusi ke pembangunan sosial-ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.

Perwakilan Pertamina EP Jambi menegaskan bioflok adalah wujud komitmen perusahaan membangun masyarakat mandiri. Selain bantuan sarana-prasarana, warga juga dapat pendampingan dan peningkatan kapasitas agar usaha perikanan berjalan profesional.

Target : Model yang bisa direplikasi

Kegiatan yang dihadiri FJM Jambi, Pertamina EP Jambi, SKK Migas, Pemdes, dan kelompok budidaya itu berlangsung antusias.

Program ini diharapkan jadi model ekonomi berbasis potensi lokal yang bisa direplikasi di desa lain. Selain menguatkan ketahanan pangan, sukses bioflok juga diharapkan mendongkrak pendapatan warga dan menciptakan hubungan harmonis antara industri migas dengan masyarakat. Hubungan baik itu jadi kunci target produksi dan lifting migas berkelanjutan. (isq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *