M-Banking Bank Jambi Segera Hidup Lagi, Syarat BI Jadi Fokus Utama
Jambi, Mediator
Nasabah Bank Jambi punya harapan baru. Minggu, 21 Juni 2026, manajemen Bank Jambi resmi mengajukan pembukaan kembali layanan mobile banking ke Bank Indonesia. Pengajuan ini dilakukan setelah layanan digital ditutup sejak awal tahun karena dugaan serangan siber.
Gangguan itu bikin ribuan nasabah repot. Transaksi harus pindah ke ATM, mesin setor tunai, atau langsung ke kantor cabang. Kondisi itu baru bisa dipulihkan setelah audit forensik keluar pada 3 Juni 2026.
Gubernur Jambi Al Haris menyebut langkah ini murni untuk mengembalikan kenyamanan nasabah. “Kita sedang mengajukan kepada Bank Indonesia agar layanan mobile banking dibuka kembali. Ini supaya nasabah merasa nyaman,” ujarnya.
Tapi M-Banking belum bisa langsung nyala. Bank Indonesia punya syarat ketat soal keamanan dan kesiapan IT. Bank Jambi harus memastikan seluruh sistem, perangkat, dan pengamanannya sudah diperbarui dan ditingkatkan. “Tentu ada persyaratan dari Bank Indonesia. Mungkin ada perlengkapan atau peralatan yang belum memadai, harus diganti dan ditingkatkan,” jelas Al Haris.
Pemprov Jambi juga menekankan pentingnya sistem yang kuat agar kejadian serupa tidak terulang. “Kita ingin masyarakat tidak lagi mengeluh karena layanan seperti M‑Banking yang sekian lama tak bisa diakses,” tegasnya.
Selain berbenah teknis, Pemprov mendorong proses hukum berjalan. Hasil audit forensik diharapkan jadi pintu masuk aparat untuk mencari dan menindak tegas pelaku di balik serangan siber tersebut. “Saya minta aparat penegak hukum menindaklanjuti. Siapa pun yang terlibat, jika ditemukan bukti, silakan ditindak tegas,” kata Al Haris. (ADV)
