Gerakan Keroyok Stunting, Pejabat Jadi ‘Bapak Asuh Ratusan Anak
Bangko, Mediator
Pemerintah Kabupaten Merangin melancarkan strategi keroyokan untuk menekan angka stunting.
Tidak hanya berkutat pada pengolahan data, para pejabat di lingkup Pemkab Merangin kini diwajibkan menjadi ‘Bapak Asuh’ bagi anak-anak penderita stunting.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, saat menutup rapat Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TP3S) Kabupaten Merangin di Aula Depati Payung, Kantor Bappeda Merangin, Kamis (30/7).
Melalui gerakan ini, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga jajaran Muspida akan mendampingi dan memantau langsung asupan gizi anak-anak asuhnya.
Wabup A. Khafidh sendiri berkomitmen mengampu 10 anak stunting, sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Sony Propesma memegang 4 anak dan begitu pula dengan pejabat lainnya.
“Saat ini ada sekitar 750 anak atau 9,4 persen anak di Merangin yang mengalami stunting. Ini bukan sekadar angka, tapi masa depan anak-anak kita. Makanya kita semua turun tangan jadi orang tua asuh,” ujar Wabup A. Khafidh.
Wabup mengingatkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keakuratan data by name by address yang diinput oleh puskesmas dan kecamatan.
Karena itu, ia meminta seluruh tim TP3S bekerja maraton hingga tengah malam nanti (30/7) demi menuntaskan data aksi konvergensi stunting. (mlk)
