DAERAHKESEHATANOLAHRAGA

Aset Mangkrak di Jantung Kota: GOR Serunai Baru Bungo Kumuh, Atlet Dipaksa “Numpang” ke Rumah Warga

Bungo, Mediator

Gedung Olahraga Lama Serunai Baru yang berdiri megah di pusat Kabupaten Bungo kini berubah wajah. Dari yang dulu menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet, kini GOR tersebut menjelma menjadi bangunan kumuh, tak terawat, dan memalukan.

Ironis. Di tengah gencarnya gaung pembinaan prestasi, rumah kedua para atlet itu justru dibiarkan sekarat.

Kumuh, Gelap, dan Tak Layak Pakai

Pantauan di lapangan menggambarkan kondisi yang memprihatinkan. Tumpukan sampah berserakan di setiap sudut. Toilet rusak, kotor, dan tanpa setetes air bersih. Mirisnya, lampu sering padam dan listrik anjlok saat kegiatan berlangsung.

Fasilitas dasar yang seharusnya wajib ada, justru hilang semua.

“Kondisinya sangat menyedihkan. Buang air kecil saja kami harus numpang ke rumah warga. Toilet tidak bisa dipakai, air tidak ada. Listrik sering turun, sampah di mana-mana,” ujar Audi, atlet pencak silat asal Jambi yang pernah berlatih dan bertanding di GOR ini.

Bagi para atlet, ini bukan sekadar soal fasilitas rusak. Ini soal martabat. Bagaimana mungkin daerah menuntut prestasi, jika tempat berlatihnya saja tidak menghargai manusia di dalamnya.

Terjebak Dilema Anggaran

Pemerintah daerah berdalih klasik: anggaran. Sumber internal Dinas terkait menyebut, usulan perbaikan jaringan air, listrik, dan kebersihan sebenarnya sudah beberapa kali masuk dalam pembahasan APBD.

Namun, terbentur prioritas pembangunan lain. Akibatnya, perawatan berkala terus ditunda.

Di luar soal dana, masalah utama lain adalah tidak jelasnya siapa yang bertanggung jawab mengelola. Tanpa manajer aset dan skema pemanfaatan yang jelas, GOR sebesar ini akan terus rusak dan kembali rusak.

Pemerintah Menunggu Apa Lagi?

Membiarkan GOR Serunai Baru tanpa air, mati listrik, dan dipenuhi sampah adalah bentuk nyata pengabaian terhadap aset daerah.

Pemeliharaan fasilitas publik bukan beban. Itu investasi untuk mencetak generasi berprestasi dan menjaga harga diri daerah.

Kini, masyarakat, atlet, dan komunitas olahraga Bungo hanya punya satu pertanyaan:
Kapan Pemerintah Kabupaten Bungo akan turun tangan?

Perbaiki sanitasi, hadirkan air bersih, dan benahi listrik. Kembalikan GOR ini menjadi tempat yang layak, terhormat, dan membanggakan.

Karena prestasi tidak akan pernah lahir dari tempat yang bahkan tidak bisa menyediakan air untuk buang air.(ion)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *