Menghias Lorong, Warga Wira 45 Nyatakan Cinta Tanah Air Sambut HUT RI ke-81
Jambi, Mediator
Begitu senja turun, Lorong Wira 45 Perum Pepabri RT 31 Kebun Kopi, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan berubah. Yang biasanya hanya diterangi lampu jalan, kini terang benderang oleh gemerlap lampu hias. Yang biasanya sunyi kegiatan, kini riuh oleh tawa dan semangat.
Di sinilah patriotisme tidak hanya diucapkan. Di sini, patriotisme dipasang. Dipaku. Dikibarkan.
Menyambut HUT RI ke-81, pemuda dan warga Lorong Wira 45 bahu-membahu menghias lorong mereka. Tanpa diminta, tanpa digaji. Hanya berbekal semangat “45” dan cinta pada Indonesia.
Satu Lorong, Satu Tekad
Sejak sore, pemuda berteriak di atas tangga, mengerek tiang bambu. Ibu-ibu menyiapkan tali rafia. Bapak-bapak menarik kabel lampu temberlend. Anak-anak berlarian membawa umbul-umbul.
Bendera Merah Putih berkibar di setiap depan rumah. Puluhan umbul-umbul merah putih berjajar gagah di atas kepala. Dan di malam hari, ratusan lampu kelip temberlend menyala, menerangi lorong hingga ujung, seperti bintang yang turun ke bumi.
Klik. Klik. Kamera warga sibuk mengabadikan. Ada foto pemuda yang bertengger di atap memasang bendera. Ada foto ibu-ibu sambil tertawa mengikat lampu. Ada foto anak-anak berdiri di bawah bendera, dada membusung.
Itu bukan sekadar dekorasi. Itu sumpah.
Kemerdekaan Dirajut dengan Gotong Royong
Tidak ada rapat panjang. Tidak ada anggaran besar. Yang ada hanya satu kata: “Ayo”.
“Ayo kita buat lorong kita paling meriah. Ayo kita tunjukkan kita cinta Indonesia,” ujar Agus salah satu pemuda sambil mengencangkan ikatan bendera.
Bagi mereka, 17 Agustus bukan hanya tanggal merah. Ini pengingat. Pengingat bahwa 81 tahun lalu, para pejuang bertaruh nyawa dengan bambu runcing. Hari ini, giliran mereka bertaruh keringat dengan palu dan lampu hias.
“Para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan dengan darah. Kami cukup memperjuangkannya dengan kebersamaan. Itu cara kami menghargai,” kata Agung seorang warga yang lain.
Lorong Wira 45 Menyala Karena Persatuan
Kini, saat malam tiba, Lorong Wira 45 adalah lorong yang diwarnai kerlap kerlip lampu. Merah Putih berkibar. Umbul-umbul menari ditiup angin.
Sederhana? Ya.
Tapi di kesederhanaan itulah letak kemewahan semangat. Semangat bahwa kemerdekaan akan tetap hidup, selama masih ada warga yang mau bergotong royong demi Merah Putih.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!. (ton)
