Porprov Batal, Konsolidasi KONI Jambi Dipertanyakan
Jambi, Mediator
Tidak terlaksananya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi menjadi sorotan terhadap tata kelola dan pembinaan olahraga prestasi di Provinsi Jambi.
Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kepemimpinan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, dalam mengonsolidasikan organisasi dan memastikan program pembinaan olahraga berjalan sesuai rencana.
Porprov merupakan salah satu agenda penting dalam pembinaan olahraga daerah.
Selain menjadi ajang kompetisi antarkabupaten dan kota, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi atlet dan pelatih untuk mengukur kemampuan sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi atlet menuju kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Tidak terlaksananya Porprov berpotensi berdampak terhadap kesinambungan pembinaan atlet daerah. Atlet yang telah menjalani persiapan dalam waktu panjang kehilangan kesempatan untuk bertanding dan mengevaluasi hasil pembinaan yang telah dilakukan.
Pengamat olahraga Provinsi Jambi, Ahmad Syukri Baragbah, menilai persoalan tersebut perlu dilihat tidak hanya dari sisi batalnya agenda pertandingan, tetapi juga dari aspek manajemen dan konsolidasi organisasi.
Menurutnya, kompetisi daerah memiliki posisi penting dalam sistem pembinaan olahraga karena menjadi salah satu sarana untuk mengukur perkembangan atlet, melakukan regenerasi, sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.
“Porprov bukan sekadar agenda pertandingan. Di dalamnya terdapat proses pembinaan, seleksi, evaluasi dan regenerasi atlet. Karena itu, ketika agenda tersebut tidak terlaksana, tentu perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penyebab dan dampaknya terhadap pembinaan olahraga di daerah,” ujar Ahmad Syukri Baragbah.
Sorotan terhadap KONI Jambi semakin mengemuka setelah pelaksanaan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang dirangkaikan dengan HUT KONI Provinsi Jambi di Lapangan KONI Jambi. Kehadiran sejumlah unsur organisasi pada kegiatan tersebut disebut tidak seperti yang diharapkan, termasuk dari jajaran pengurus dan sejumlah ketua cabang olahraga (cabor).
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai soliditas internal KONI Jambi. Terlebih, sejumlah pengurus dan perwakilan cabor sebelumnya disebut terlibat dalam rapat persiapan kegiatan.
Ahmad Syukri Baragbah mengatakan, dinamika tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi bagi pengurus KONI Jambi.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana komunikasi dan koordinasi internal diperbaiki. KONI merupakan organisasi yang menaungi banyak cabang olahraga, sehingga soliditas antara pengurus, cabor, atlet dan pelatih menjadi bagian penting dalam menjalankan program pembinaan,” katanya.
Minimnya kehadiran sejumlah unsur organisasi dalam agenda resmi tersebut dapat menjadi indikator adanya persoalan komunikasi dan koordinasi internal yang perlu mendapat perhatian. Namun, penyebab ketidakhadiran masing-masing pihak tetap perlu dikonfirmasi secara langsung kepada pihak-pihak terkait.
Di sisi lain, sejumlah program seperti pelatihan pelatih dan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) tetap perlu ditempatkan dalam kerangka pembinaan yang berkelanjutan. Keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari tersedianya kompetisi daerah sebagai bagian dari proses pencarian, pembinaan, dan evaluasi atlet.
Tidak terlaksananya Porprov sekaligus dinamika internal organisasi membuat evaluasi terhadap kinerja KONI Jambi menjadi relevan untuk dilakukan secara terbuka dan terukur.
Menurut Ahmad Syukri Baragbah, evaluasi sebaiknya tidak berhenti pada persoalan siapa yang bertanggung jawab, tetapi juga harus menghasilkan langkah konkret untuk memastikan pembinaan olahraga tetap berjalan.
“Yang dibutuhkan insan olahraga saat ini adalah kejelasan mengenai persoalan yang terjadi dan langkah perbaikannya. Jangan sampai persoalan organisasi justru berdampak panjang terhadap atlet dan pembinaan olahraga Jambi,” ujarnya.
Insan olahraga dan masyarakat Jambi pada akhirnya membutuhkan penjelasan mengenai penyebab tidak terlaksananya Porprov, langkah evaluasi yang dilakukan, serta strategi KONI Jambi untuk memastikan agenda pembinaan olahraga prestasi tetap berjalan.(ion)
