DAERAHEKONOMI

Harga Gas Elpiji Nonsubsidi Naik, Warga Kota Jambi Diminta Waspada Lonjakan Harga Eceran

Penyesuaian Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg Menambah Beban Pengeluaran Rumah Tangga, Harga di Tingkat Pengecer Perlu Diawasi

JAMBI, MEDIATOR

Harga gas elpiji nonsubsidi kembali menjadi perhatian masyarakat menyusul penyesuaian harga produk Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram pada September 2026. Perubahan harga tersebut berpotensi menambah pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang mengandalkan elpiji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan informasi harga yang dipublikasikan pada awal Oktober 2026, harga jual agen Bright Gas di wilayah Jambi tercatat sebesar Rp111.000 per tabung untuk ukuran 5,5 kilogram dan Rp232.000 per tabung untuk ukuran 12 kilogram. Harga tersebut merupakan harga di tingkat agen dan bukan patokan mutlak harga jual di seluruh pengecer. Biaya distribusi dan pengiriman dapat memengaruhi harga yang dibayarkan konsumen.

Kondisi ini menjadi perhatian karena elpiji merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan memastikan informasi harga tersampaikan secara transparan, sekaligus melakukan pemantauan apabila ditemukan kenaikan harga eceran yang tidak wajar di wilayah Kota Jambi.

PENYESUAIAN HARGA PERLU DIIMBANGI PENGAWASAN

Penyesuaian harga LPG nonsubsidi merupakan bagian dari evaluasi harga yang dilakukan Pertamina Patra Niaga dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan ketentuan yang berlaku.

Namun, masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai harga di tingkat agen maupun pengecer. Perbedaan harga akibat ongkos distribusi perlu dibedakan dari kenaikan yang tidak memiliki dasar yang jelas.

Bagi pelaku usaha makanan dan minuman, perubahan harga elpiji dapat memengaruhi biaya operasional. Jika pengeluaran bahan bakar meningkat, pelaku usaha berpotensi menghadapi pilihan sulit antara menekan keuntungan atau menyesuaikan harga jual produknya.

Meski demikian, besaran dampak kenaikan harga terhadap masyarakat Kota Jambi masih perlu dibuktikan melalui pemantauan harga langsung di lapangan dan keterangan dari konsumen maupun pedagang.

PERTAMINA DAN PEMERINTAH DIMINTA MEMBERIKAN PENJELASAN

Pihak Pertamina Patra Niaga diharapkan memberikan penjelasan mengenai kebijakan harga LPG nonsubsidi yang berlaku di wilayah Jambi, termasuk rincian harga resmi terbaru dan mekanisme distribusinya.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait juga perlu melakukan pemantauan terhadap harga jual di tingkat pengecer, khususnya apabila muncul laporan masyarakat mengenai kenaikan yang signifikan.

Masyarakat yang menemukan perbedaan harga mencolok dapat membandingkan harga dari sejumlah penjual dan meminta informasi mengenai komponen biaya pengiriman. Langkah tersebut penting agar konsumen memperoleh gambaran harga yang wajar.

Sementara itu, harga LPG bersubsidi tabung 3 kilogram perlu dibedakan dari LPG nonsubsidi. Keduanya memiliki mekanisme penetapan harga dan sasaran pengguna yang berbeda. Karena itu, informasi mengenai kenaikan harga LPG nonsubsidi tidak serta-merta berarti harga LPG subsidi juga mengalami kenaikan.

Mediator News akan terus memantau perkembangan harga elpiji di Kota Jambi, termasuk kemungkinan perubahan harga di tingkat pengecer, dampaknya terhadap masyarakat, serta tanggapan resmi pihak terkait. (pur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *