DAERAHOPINI

Apo Kabar Jalan ke Ujung Jabung

Oleh : Tasman

PROGRES Pembangunan jalan ke Ujung Jabung. Tenggelam sejalan berakhirnya masa tugas Hasan Basri Agus (HBA) sebagai Gubernur Jambi. Kata pihak mengetahui, pembangunan ke lokasi pelabuhan Samudera itu. Stop sama sekali.

Zumi Zola, tidak tertarik dengan pembangunan jalan tersebut. Karenanya selama kurang lebih 2,5 tahun kepemimpinan putra Zulkifli Nurdin (almarhum mantan Gubernur Jambi sebelum HBA ). Tidak ada pengalokasian dana melanjutkan pembuatan jalan ke kawasan pantai Timur Provinsi Jambi, itu. Termasuk oleh Haji Fachrori sebagai Gubernur PAW menggantikan Zumi Zola yang kesandung kasus gratifikasi dan suap ketok palu bagi 53 anggota DPRD Provinsi Jambi tahun 2017.

Zumi Zola, saat jadi gubernur, hanya menganggarkan dana untuk peningkatan jalan mencapai Pelabuhan penyanggah Muara Sabak,, wilayah kelahiran kakeknya, alm haji Nurdin Hamzah.

Padahal pendirian jalan ke Ujung Jabung sudah dapat persetujuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. Termasuk soal penyediaan pelabuhan. Juga sudah disetujui pusat. Yang dibuktikan dengan pengucuran dana oleh Kementerian Perhubungan. Barangkali sudah lebih dari Rp 20 Miliyar.

Pembangunan jalan ke l Ujung Jabung.. Memang tidak ringan. Perlu biaya besar. Contohnya, khusus pengerjaan jalan mulai Desa Simpang hingga lokasi pelabuhan kurang lebih 49 kilometer (KM). Bisa menghabiskan dana Rp 6 Triliun. Merupakan daerah bergambut kedalaman bervariasi 4,5 s/d 6 meter.

Angka di atas perhitungan semasa Gubernur HBA. Sekarang terang jauh lebih besar lagi dari itu. Disebabkan daerah rawa, pembuatan badan jalan di kawasan di tase Desa Simangunsong Jabung. Mesti dilapisi dengan plastik Geostextil. Biar kedap air.

Ruas jalan ke pelabuhan ini, semula direncanakan trasenya Kota Jambi-Kumpeh-Jbt. Berbak-Desa Simpang dan Ujung Jabung. Namun akhirnya berubah menjadi Jbt Batanghari duo (Sijenjang)-Jbt. Muara Sabak-Desa Simpang dan Ujung Jabung.

Berubah setelah dilakuan pengkajian ulang oleh Kementerian PUPR bersama Pemprov Jambi. Latarnya lebih irit melintasi Jbt Muara Sabak ketimbang lewat Jbt.Berbak. terutama nanti dalam soal pembebasan lahan. Lewat Kumpeh dusamoing lahan/tanah. Juga banyak rumah yang harus diganti. Yakni mulai Kelurahan Tanjung, Kumpeh Ilir sampai Simp. Talang Duku. Sementara jika via Jbt Sabak, lebih banyak lahan kebun berupa sawah dan kebun.

Ruas ke Ujung Jabung, rencananya dibuat jalan dua jalur, berlebar 50 meter..
Selain sebagai jalan penunjang kegiatan kepelabuhan. Sekaligus diartikan membuka keterisoliran puluhan desa di Pantai Timur Kabupaten Tanjabtim. Termasuk desa di kawasan Delta Taman Nasional Berbak. Sebab akan langsung terakses dengan jalan kabupaten dan desa sekitar.-

Semoga Gubernur Al Haris benar-benar merealisasi rencana besar ini, demi kemajuan dan maslahatan masyarakat Jambi umumnya.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *