DAERAHEKONOMIPEMBANGUNAN

Inflasi Provinsi Jambi Akhir 2025 Capai 3,71%, BPS Catat Penyebab Utama Kenaikan Harga

Jambi, Mediator

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, inflasi di Provinsi Jambi tercatat sebesar 3,71 persen secara tahunan (year-on-year / y o y). Data ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat di wilayah tersebut. Kenaikan ini juga mencerminkan tekanan harga pada sejumlah komoditas utama yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, menjelaskan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Jambi pada bulan Desember 2025 tercatat mencapai 110,50, meningkat dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk inflasi bulanan pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,62 persen, yang menunjukkan adanya fluktuasi harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas.

Penyebab Inflasi :

Agus Sudibyo mengungkapkan bahwa beberapa komoditas menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi di Provinsi Jambi pada tahun 2025. Komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan antara lain cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan emas perhiasan. Kenaikan harga pada bahan-bahan pokok ini, terutama yang sering digunakan dalam konsumsi sehari-hari, menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan inflasi di provinsi ini.

Menurut data BPS, Cabai Merah menjadi komoditas dengan lonjakan harga tertinggi, yang mempengaruhi inflasi di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kerinci yang tercatat mengalami inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,52 persen pada akhir 2025. Sementara itu, Kota Jambi mencatatkan inflasi terendah di provinsi ini dengan angka 3,03 persen. Meskipun begitu, harga cabai dan bahan pokok lainnya seperti bawang merah dan daging ayam masih terus mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan pada beberapa bulan terakhir.

Komoditas Pengaruh Inflasi di Tahun 2025 :

• Cabai Merah: Penyumbang utama kenaikan harga pangan, mencatatkan kenaikan tajam hampir sepanjang tahun.
• Bawang Merah: Juga menunjukkan peningkatan harga yang mendorong inflasi di banyak wilayah.
• Daging Ayam Ras: Dengan fluktuasi harga yang sering terjadi, menjadi bahan pokok yang sensitif terhadap perubahan harga di pasar.
• Emas Perhiasan: Kenaikan harga emas mempengaruhi IHK secara signifikan, menjadi faktor penting dalam inflasi tahun ini.

Pencapaian Inflasi di Provinsi Jambi:

Agus Sudibyo menambahkan bahwa meskipun inflasi Jambi pada akhir tahun ini mencatatkan angka yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, masih berada dalam kisaran yang dapat dikelola dan sesuai dengan sasaran Bank Indonesia, yaitu inflasi 2,5 persen ±1. Meskipun ada peningkatan harga di beberapa sektor, pemerintah daerah bersama dengan BPS terus memantau perkembangan harga agar tidak terjadi lonjakan yang terlalu besar.

“Walaupun ada beberapa komoditas yang mengalami lonjakan harga, pemerintah bersama masyarakat terus bekerja untuk mengendalikan inflasi di Provinsi Jambi. Kami berharap inflasi tetap terjaga dalam batas yang wajar agar perekonomian masyarakat tetap stabil,” kata Agus Sudibyo.

Inflasi Berdasarkan Wilayah :

Dalam rincian yang lebih spesifik, Kabupaten Kerinci tercatat menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi, dengan angka 5,52 persen dan IHK sebesar 113,19. Sementara itu, Kota Jambi tercatat dengan inflasi terendah di provinsi ini, hanya sebesar 3,03 persen. Keberagaman inflasi antar wilayah di Provinsi Jambi menunjukkan adanya perbedaan dinamika ekonomi dan distribusi harga yang mempengaruhi daya beli masyarakat di berbagai daerah.

Dinamika Inflasi pada Tahun 2025 :

Pada bulan-bulan tertentu, inflasi sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam. Sebagai contoh, Agustus 2025 tercatat inflasi sebesar 2,76 persen, sementara Oktober 2025 mencapai 3,71 persen. Perubahan harga pada beberapa komoditas ini sangat memengaruhi dinamika inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan. Namun, berdasarkan pengamatan BPS, sebagian besar lonjakan harga disebabkan oleh ketergantungan pada pasokan pangan yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan distribusi pasar.

Ke depan :

Pemerintah Provinsi Jambi bersama dengan BPS berencana untuk terus mengawasi perkembangan inflasi di wilayah tersebut, khususnya menjelang musim panen yang dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan. Selain itu, peningkatan infrastruktur distribusi dan sektor pertanian diharapkan dapat menurunkan harga bahan pokok yang selama ini menjadi faktor pendorong inflasi.

“Kami akan terus memperhatikan pola distribusi pangan, serta mendorong sektor pertanian untuk lebih produktif lagi, agar ketergantungan terhadap bahan pangan impor dapat dikurangi. Ini penting untuk menekan inflasi dan menjaga kesejahteraan masyarakat,” ujar Agus Sudibyo.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh BPS, inflasi di Provinsi Jambi pada tahun 2025 mengalami kenaikan yang dipengaruhi oleh beberapa komoditas utama, terutama cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras. Namun, meski terjadi kenaikan harga, pemerintah tetap berupaya menjaga inflasi dalam batas yang wajar dan berkelanjutan. BPS Provinsi Jambi juga terus memantau perkembangan ekonomi dan harga untuk memastikan kestabilan ekonomi daerah ini, sekaligus memperbaiki distribusi pangan agar masyarakat tetap sejahtera.
Dengan mengoptimalkan sektor pertanian dan distribusi barang, Provinsi Jambi diharapkan dapat mengurangi tekanan inflasi di masa mendatang, menjaga daya beli masyarakat, serta mewujudkan perekonomian yang lebih stabil dan berkelanjutan. (tsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *