DAERAHSERBA-SERBI

Pagelaran Karya Kreatif “Bajolo di Ujung Jabung” Berhasil Hipnotis Pengunjung

Kumpeh, Mediator

Pagelaran Karya Kreatif Inovatif dengan judul “Bajolo di Ujung Jabung” yang digagas oleh Sanggar Seni Mengorak Silo yang dipusatkan di Lapangan Desa Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Sabtu (20/07/2024), berhasil menghipnotis ribuan pengunjung yang hadir.

Salah seorang Pengunjung, Benyamin, mengaku bangga dengan penampilan atraksi Bejolo di Ujung Jabung yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Mengorak Silo, kebanggaan warga Kumpeh ini ini. “Penampilan seni Bejolo malam ini sungguh luar biasa. Terus terang, kami sangat terhibur. Tidak sia sia kami datang dari Jambi untuk menyaksikan acara ini,” ujarnya dengan raut wajah bahagia.

Ayah dua anak ini mengaku tidak menyangka dapat menyaksikan acara spektakuler di daerah yang jauh dari pusat kota. “Ini acara benar benar spektakuler dan menghibur,” tukasnya lagi.

Hal senada dikatakan Anton, warga Desa Pulau Tigo, Kumpeh. Dia juga mengaku datang dari desa yang cukup jauh hanya untuk menyaksikan atraksi Senandung Jolo. “Dengar dengar dari kawan, dak seperti biaso. Ini orang yang ikut memeriahkan rame, ado Jolo, ado teater, tariannyo jugo,” ujarnya dengan logat Jambi yang kental.

Menurutnya, acara yang digelar pada akhir pekan ini dapat dinikmati oleh dirinya beserta keluarganya. “Kami kesiko samo keluargo bawa bini, bawa anak. Kebetulan memang besok hari Minggu, anak anak libur, dak sekolah,” ungkapnya dengan mata bebinar.

Pria tiga anak ini mengaku kegiatan awalnya dirangkai dengan MTQ. “Kami sangko musabaqoh, ruponyo Bejolo. Iyolah pokoknyo mantap,” tukasnya.

Anton berharap acara serupa bisa terus digelar untuk memberi hiburan bagi masyarakat, khususnya dipedesaan. “Kami di dusun ko haus hiburan. Tiap hari gawe kerjo, kepengen jugo keluar jalan jalan, nengok hiburan kayak orang kota,” harapnya.

Terpisah, Ketua Sanggar Seni Mengorak Silo, Muhammad Zuhdi mengatakan, seni Bejolo merupakan adat istiadat peninggalan nenek moyang yang terus dilestarikan ditengah tengah masyarakat hingga saat ini. “Bejolo atau Senandung Jolo yakni bertutur dengan diringi musik tradisional merupakan adat istiadat yang telah berlangsung secara turun temurun dilingkungan masyarakat,” ujar Muhammad Zuhdi.

Dikatakannya, seni Bejolo biasanya digelar untuk mengiringi petani yang hendak menanam padi atau ketika musim panen tiba. Bahkan, imbuh dia, dewasa ini, Senandung Jolo juga tampil pada acara hajatan masyarakat, seperti acara Pernikahan, Tasyakuran Cukuran dan acara masyarakat lainnya.

“Pada malam hari ini kembali kami menghadirkan Bejolo dengan kolaborasi 100 pemain musik, teater dan tari,” ungkapnya.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi melalui Direktur Jenderal Kebudayaan dan Lembaga Dana Indonesiana, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan pembacaan Maklumat Batang Hari, juga turut ditampilkan kemahiran dua orang Kompesor kenamaan Jambi yang juga melibatkan 100 orang siswa dari 8 (delapan) sekolah didaerah itu.

Acara pagelaran karya Bajolo turut dihadiri Dirjen Kebudayaan yang diwakili oleh BPK Wilayah V, Novi Hari Putranto, Gubernur Jambi dihadiri Asisten I Setda Provinsi Jambi, Arif Munandar, Pj Bupati Muaro Jambi, Raden Najmi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi dan Kabupaten Muaro Jambi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para Camat dan Kepala Desa se-Kecamatan Kumpeh serta Undangan lainnya. (slt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *