DAERAHHUKRIM

Warga Nilai Damkar Lamban Tangani Kebakaran di Empat Lawang

Empatlawang, Mediator

Musibah kebakaran beruntun yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, pada bulan Ramadhan kemarin, menghanguskan banyak rumah sehingga menimbulkan kerugian materiil.

Kebakaran terjadi di hampir semua kecamatan yang ada di Empat Lawang, yakni di Kec.Lintang Kanan, Kec.Pendopo, Kec.Muara Pinang, Kec. Ulu Musi, Kec.Tebing Tinggi. Tragisnya, terjadi di waktu hampir berdekatan.

Masyarakat mengeluhkan lambannya penanganan dari pihak Damkar (pemadam kebakaran) datang ke lokasi sehinnga api cepat merambat ke rumah yang lain.

” Kejadian kebakaran yang menimpa masyarakat di Empat Lawang akhir-akhir ini banyak paktor, diantara Instalasi listrik yang kurang layak ” kata Zenro, warga setempat kepada Mediator News.

“Tapi yang sangat kami sayangkan kesigapan Tim pemadam kebakaran yang lamban, bahkan pas kejadian di Muara Lintang kemarin mesin pompa air yg ada di mobil pemadam kebakaran rusak
Baru sebentar nyiram air yang di dalam tangki Damkar sudah habis, belum lagi petugas yang memadamkan api tidak memakai baju khusus. Bahkan ada yg hanya memakai sendal jepit,” sebutnya.

Zenro berharap kedepannya, pemerintah Empat Lawang lebih memperhatikan Dinas Damkar yang ada di empat Lawang ini.

“Kedepan sarana dan prasarana yang memadai dan petugas yang propesional, mengingat setiap ada musibah kebakaran di Empat Lawang ini jumlah rumah yang terbakar lebih dari tiga rumah, paling tidak bisa di minimalisir,” harapnya.

Di tempat terpisah, Petugas pemadam kebakaran yang ada di kecamatan Muara Pinang mengeluhkan lambannya laporan warga kepada mereka, sehingga petugas sering terlambat ke lokasi.

” Kami berharap masyarakat langsung kontak kami apabila ada musibah kebakaran,” kata Halim, Petugas pemadam kebakaran di Kecamatan Muara Pinang.

“Jangan sibuk siaran langsung di FB karena kalau terlambat api cepat sekali menjalar,” katanya.

Halim mengaku pihaknya kadang-kadang merasa kesulitan memadamkan api, karena setiba di lokasi masyarakat sering mengambil alih pekerjaan petugas Damkar.

“Belum lagi kalau terlambat ke lokasi kebakaran kami sering di lempar dan di caci maki,” keluhnya. (ion)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *