3 Ribu Ha Lebih, Lahan Padi di Provinsi Jambi Alami Fuso
Jambi – Mediator
Akibat kekeringan di sepanjang tahun, hingga Agustus 2024, tercatat 3.131,69 hektar dari 10.86,5 hektar lahan padi di Provinsi Jambi mengalami fuso.
Menurut Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPHP) Provinsi Jambi, Khairul Asrori (Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura), lahan padi yang terdampak kekeringan 10.86,5 hektar dan yang mengalami kekeringan 3.131,69 hektar, per bulan Agustus 2024 laporan padi mati/fuso.
Dijelaskan juga oleh Khairul Asrori, luasan areal dan daerah yang terdampak dan terkena kekeringan pada posisi 15 Agustus 2024 terdapat di daerah-daerah sebagai berikut :
Kabupaten Tebo luas tanam 3.130 hektar, luas waspada 2.270 hektar dan kondisi kekeringan ringan 1.707 hektar.
Kabupaten Muaro Jambi luas tanam 2.692 hektar, luas waspada 1.950 kondisi kekeringan ringan 1.802 hektar, sedang 50,09 hektar dan berat 8 hektar.
Kabupaten Batang Hari luas tanam 2.714 hektar, luas waspada 1.620 hektar, kondisi kekeringan ringan 1.820 hektar, sedang 702,39 hektar berat 75,19 hektar, Puso 12 hektar dan pulih 75,19 hektar.
Kabupaten Sarolangun luas tanam 420 hektar, luas waspada 91 hektar, kondisi kekeringan ringan 13 hektar, sedang 316 hektar dan berat 42 hektar.
Kabupaten Bungo luas tanam 87 hektar luas waspada 59 hektar dan kondisi kekeringan sedang 9 hektar.
Kabupaten Kota Jambi luas tanam 239 hektar, luas waspada 208 hektar, kondisi kekeringan ringan 48 hektar dan sedang 2 hektar.
Kabupaten Tanjab Barat luas tanam 43 hektar, luas waspada 32 hektar, ringan 20 hektar dan sedang 2 hektar.
Kabupaten Tanjab Timur luas tanam 1.256,50 hektar, luas waspada 1.246 hektar, kondisi kekeringan ringan 10 hektar.
Kota Sungai Penuh luas tanam 110 hektar, luas waspada 50 hektar, kondisi kekeringan ringan 5 hektar dan sedang 2 hektar
Sementara untuk mengatasi hal tersebut, pihak DTPHP melakukan tindakan Gerakan Penanggulangan (Gerbang) bencana, dengan pompanisasi terhadap areal yang mengalami kekeringan, membantu melalui Pemerintah Pusat yaitu lahan benih padi pada kegiatan optimasi lahan seluas 5.617 hektar.
Kemudian membantu benih kegiatan pompanisasi seluas 2.700 hektar, tahapannya ada yang sudah droping, ada yang sudah di ajukan ke pusat dan ada yang baru rencana pengajuan dan untuk kegiatan lainya membantu mesin-mesin pompa kepada Kelompok Tani di seluruh areal kekeringan yang saat ini sudah mencapai bantuan pompa 609 unit pompa dari rencana 966 unit pompa, papar Khairul Asrori.
“Sebagian sudah beroperasi pengaktifan pompa di lapangan untuk pengairan sawah petani, namun ada beberapa terkendala sumber air, melihat suhu yang panas dan minimnya curah hujan, sangat berpengaruh, bisa menurunkan produksi dan produktivitas di mana saat ini produktivitas padi Jambi 4,8 ton per hektar dengan total produksi hampir 300.000 ton untuk 2 kali musim tanam dalam 1 tahun”, jelas Khairul Asrori.
Khairul Asrori, menamabhkan, melihat kondisi cuaca saat ini petani mengeluhkan tingkat produktivitas tanaman menurun, instansi terkait salah satunya melaksanakan usaha tani padi dengan menggunakan perairan yang baik dan memelihara tanaman yang optimal, baik hama, melakukan pemupukan maupun mengendalikan serangan hama.
“Berdasarkan tahun sebelumnya peranan lintas sektoral sangat membantu tugas pertanian terutama dalam rangka meningkatkan luas tanam melalui gerakan tanam, dengan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, PPL bahkan Kepala Desa”, pungkas Khairul Asrori. (ags)
