Inspektorat Jambi Dituding Tutupi Kasus Lurah Simpang III Sipin, Diduga Mainkan Drama ‘Saling Melindungi’
Kota Jambi, Mediator
Perkumpulan L.I.M.B.A.H Provinsi Jambi menuding Inspektorat Kota Jambi melakukan penipuan dan pembohongan publik terkait penanganan kasus dugaan pelanggaran administrasi Lurah Simpang III Sipin.
Amarah LIMBAH memuncak pasca audiensi yang digelar pada Rabu (28/01/2026), di mana mereka tidak mendapatkan salinan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atau Laporan Hasil Telaah (LHT) seperti yang dijanjikan.
Sekretaris Perkumpulan L.I.M.B.A.H, Ruswandi Idrus, yang memimpin delegasi tersebut, meluapkan kekecewaannya dengan nada tinggi. Ia menyebut Inspektorat Kota Jambi sebagai lembaga yang tidak punya integritas dan sedang memainkan drama “Saling Melindungi” dengan oknum Lurah.
“Ini dagelan birokrasi paling memalukan! Kami diundang audiensi dengan narasi transparansi, tapi faktanya kami ‘dikerjai’. Satu lembar kertas pun hasil telaah itu tidak mereka berikan kepada kami. Nol besar! Alasannya tiba-tiba berubah jadi ‘Rahasia Negara’. Hebat betul, memeriksa Lurah yang teledor meloloskan berkas RT saja kerahasiaannya seolah-olah memeriksa dokumen nuklir!” kecam Ruswandi, atau yang akrab disapa Iwan Minyak.
Iwan menuding Inspektorat menyembunyikan hasil pemeriksaan karena ada “borok” besar yang sedang ditutupi. Ia mempertanyakan, jika Lurah Simpang III Sipin bersih dan prosedural, mengapa hasil pemeriksaannya harus disembunyikan dari pelapor.
“LIMBAH resmi melayangkan ULTIMATUM KERAS 3×24 JAM. Jika dalam 3 hari ke depan Inspektorat tidak menyerahkan salinan hasil telaah tersebut atau tidak bisa menunjukkan Surat Keputusan (SK) Uji Konsekuensi yang menyatakan dokumen itu rahasia, maka LIMBAH akan menempuh jalur pidana,” tegas Iwan.
Iwan juga menyerukan kepada Walikota Jambi untuk mengevaluasi total kinerja Inspektorat yang dinilai “masuk angin” dan gagal memberikan kepastian hukum atas laporan masyarakat. “Kalau Kepala Inspektorat tidak berani transparan, lebih baik MUNDUR! Kota Jambi butuh pejabat yang berani jujur, bukan pejabat yang jago bersilat lidah dan membohongi LSM,” pungkas Iwan Minyak.(ion)
