Pemkot Jambi Tingkatkan Layanan Preventif, Maulana Resmikan Fasilitas Baru Labkesda
Jambi, Mediator
Pemerintah Kota Jambi memperkuat sistem layanan kesehatan berbasis pencegahan melalui peresmian gedung dan peningkatan layanan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Senin (9/2). Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra.
Langkah ini menandai peningkatan kapasitas Labkesda secara menyeluruh, baik dari sisi sarana prasarana, kenyamanan ruang pelayanan, hingga modernisasi peralatan laboratorium yang kini telah memenuhi standar operasional.
Maulana menegaskan, penguatan Labkesda menjadi bagian penting dalam mendukung layanan kesehatan preventif di Kota Jambi. Dengan fasilitas yang lebih representatif, Labkesda diharapkan mampu memberikan layanan pemeriksaan yang lebih akurat dan komprehensif.
“Peningkatan ini bertujuan agar pelayanan semakin optimal, didukung ruang yang nyaman serta peralatan yang memadai untuk berbagai jenis pengujian laboratorium,” ujarnya.
Salah satu fokus utama layanan Labkesda saat ini adalah pengujian kualitas air yang dikonsumsi masyarakat. Pemeriksaan mencakup air dari jaringan PDAM maupun depot air minum isi ulang, termasuk deteksi kandungan zat berbahaya seperti logam berat.
Selain itu, Labkesda juga telah mengembangkan layanan pengujian keamanan pangan untuk mendeteksi bahan berbahaya seperti boraks dan formalin. Layanan ini menjadi krusial seiring meningkatnya aktivitas produksi makanan di Kota Jambi.
Maulana menjelaskan, kebutuhan pengujian semakin relevan dengan bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini mencapai puluhan unit dapur. Setiap produk makanan yang akan didistribusikan diwajibkan melalui proses pemeriksaan guna memastikan keamanan konsumsi.
“Ke depan, pengawasan tidak hanya dilakukan di awal operasional, tetapi juga secara berkala untuk menjaga standar kualitas,” jelasnya.
Tidak hanya melayani kebutuhan internal daerah, Labkesda Kota Jambi juga membuka akses layanan bagi kabupaten/kota lain yang belum memiliki fasilitas serupa. Hal ini sekaligus menjadi peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor jasa laboratorium.
Di sisi lain, Labkesda juga dilengkapi layanan pemeriksaan vektor penyakit di lantai tiga, mencakup identifikasi organisme pembawa penyakit seperti nyamuk, tikus, kutu, tungau, dan lalat.
Menurut Maulana, penguatan kapasitas ini penting mengingat Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi memiliki dinamika aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi, sehingga membutuhkan sistem pengawasan kesehatan lingkungan yang lebih ketat.
Ia turut mengimbau pelaku usaha, khususnya di sektor air minum dan kuliner, untuk memanfaatkan layanan Labkesda guna menjamin produk yang dihasilkan aman dan sesuai standar kesehatan.
“Seluruh layanan tersedia dengan tarif yang telah diatur dan terjangkau, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat maupun pelaku usaha,” pungkasnya.
Dengan peningkatan fasilitas dan layanan tersebut, Pemkot Jambi menargetkan Labkesda menjadi pusat layanan kesehatan lingkungan yang andal sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.(ADV)
