Fakih Ditemukan Tak Bernyawa 10 Kilometer dari Lokasi Hanyut
Merangin, Mediator
Suasana duka menyelimuti Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin. Fakih, remaja berusia 15 tahun yang dilaporkan hanyut saat mandi di Sungai Batang Merangin, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah Tim SAR Gabungan melakukan pencarian intensif selama tiga hari.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban diketahui sedang mandi di aliran Sungai Batang Merangin. Arus sungai yang deras diduga menyeret tubuh korban hingga akhirnya hilang dari pandangan warga.
Berdasarkan laporan BPBD Merangin, warga sekitar sempat berupaya melakukan pencarian awal menggunakan peralatan seadanya. Mereka menyisir pinggir sungai dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus. Upaya tersebut belum membuahkan hasil, sehingga kejadian itu kemudian dilaporkan kepada unsur penyelamat.
Menerima laporan tersebut, Pos SAR Bungo langsung mengerahkan personel menuju lokasi kejadian. Dengan jarak tempuh sekitar 78,5 kilometer, tim membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 39 menit untuk tiba di Desa Pulau Rengas dan bergabung dengan unsur BPBD Merangin serta masyarakat setempat.
Memasuki hari kedua pencarian, Sabtu, 23 Mei 2026, Tim SAR Gabungan mulai memperluas area penyisiran. Operasi diawali dengan briefing pagi pada pukul 07.00 WIB untuk memetakan strategi pencarian di sepanjang aliran sungai.
Pencarian terus dilanjutkan hingga Minggu, 24 Mei 2026. Di bawah kondisi cuaca hujan ringan, tim kembali bergerak sejak pukul 07.00 WIB. Operasi dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit atau SRU. SRU 1 menggunakan perahu karet milik Pos SAR Bungo, sedangkan SRU 2 menggunakan perahu karet milik BPBD Merangin. Keduanya menyisir aliran sungai sejauh 10 kilometer ke arah hilir.
Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 10.00 WIB. Jasad Fakih ditemukan sekitar 10 kilometer dari lokasi awal kejadian. Korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban atas nama Fakih, 15 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh tim ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” demikian laporan resmi Komandan Pos SAR Bungo, M. Andri.
Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 10.30 WIB melalui briefing penutupan. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
Operasi pencarian tersebut melibatkan 7 personel Rescue Pos SAR Bungo, 6 personel BPBD Merangin, 2 personel Babinsa, 2 personel Bhabinkamtibmas, serta masyarakat dan keluarga korban. Dalam proses pencarian, tim juga didukung sejumlah peralatan seperti rescue car, perahu karet, alat komunikasi, peralatan medis, alat evakuasi, hingga drone untuk pemantauan dari udara.
Basarnas menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut. Sinergi petugas dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam proses evakuasi hingga korban berhasil ditemukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika arus sedang deras dan kondisi cuaca tidak menentu. (tsa)
