Kabut Asap Kota Jambi Kembali Menebal, Mata Mulai Terasa Pedih
Jambi, Mediator
Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi kembali terasa menebal pada Selasa sore (25/8/2026). Setelah sempat terlihat menipis pada siang hari dibandingkan kondisi pagi, asap kembali tampak lebih pekat dan mulai mengganggu kenyamanan warga, termasuk menimbulkan rasa pedih pada mata.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas udara Jambi masih berada pada level yang perlu diwaspadai. Data pemantauan AQI.in untuk Kota Jambi menunjukkan kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, dengan polutan partikulat halus PM2.5 menjadi salah satu indikator utama pencemaran udara.
Perubahan kondisi udara sepanjang hari tersebut menunjukkan bahwa kabut asap tidak selalu memiliki ketebalan yang sama. Pada siang hari, asap sempat tampak lebih tipis, namun kemudian kembali menebal. Kondisi atmosfer, arah dan kecepatan angin, serta sumber asap dari kebakaran hutan dan lahan di kawasan Sumatera dapat memengaruhi konsentrasi polutan di udara.
Jambi Bukan Satu-satunya Kota di Sumatera yang Terdampak
Persoalan kualitas udara saat ini tidak hanya terjadi di Jambi. Data AQI.in juga menunjukkan sejumlah kota di Sumatera mengalami kualitas udara tidak sehat.
Dalam pemantauan AQI.in yang diperbarui 24 Agustus 2026, Palembang, Pekanbaru dan Jambi termasuk kota di Indonesia yang berada dalam kelompok dengan tingkat pencemaran udara tinggi. Pada pemeringkatan tersebut, Palembang berada di posisi teratas, disusul Pekanbaru dan Jambi.
Kondisi Pekanbaru bahkan dilaporkan memburuk pada Selasa pagi. Berdasarkan pemantauan IQAir pukul 07.00 WIB, AQI Pekanbaru mencapai 374 dengan PM2.5 sekitar 261,9 µg/m³, masuk kategori berbahaya.
Sementara itu, laporan lain pada pukul 11.00 WIB mencatat AQI Pekanbaru berada di angka 302 dengan PM2.5 sebesar 225,9 µg/m³. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau.
Kabut asap juga dilaporkan terjadi di wilayah Kuantan Singingi, Riau. Indeks kualitas udara di sejumlah wilayahnya berada pada kisaran 151 hingga 179, seluruhnya dalam kategori tidak sehat.
Warga Diminta Tidak Menganggap Remeh
Kembalinya kabut asap yang lebih pekat di Kota Jambi menjadi pengingat agar masyarakat tidak menganggap kondisi tersebut sebagai sekadar gangguan jarak pandang.
Rasa pedih pada mata, tenggorokan terasa tidak nyaman, batuk atau sesak dapat menjadi tanda bahwa seseorang mulai terganggu oleh kualitas udara. Masyarakat, khususnya anak-anak, lansia dan mereka yang sensitif terhadap polusi udara, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus serta menjaga ventilasi dan kualitas udara di dalam ruangan menjadi langkah pencegahan yang penting.
Kabut asap yang sempat menipis pada siang hari tetapi kembali menebal pada sore hari menunjukkan bahwa kondisi udara di Kota Jambi masih dinamis. Masyarakat pun diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara dari sumber resmi dan layanan pemantauan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. (Pur)
