PERISTIWA

Ledakan Gas 50 Kg di Dapur Jamtos, Enam Orang Luka BakarPolisi Periksa Tiga Saksi, Aspek Keselamatan Turut Didalami

Jambi, Mediator

Ledakan di area dapur atau gudang catering Jambi Town Square (Jamtos), Jalan Lorong Hasanah, RT 01, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Selasa (22/9/2026) malam, kini memasuki tahap penyelidikan kepolisian.

Enam orang mengalami luka bakar dalam insiden tersebut. Mereka terdiri dari empat karyawan Jamtos dan dua warga sekitar. Para korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Jambi.

Perkembangan terbaru, polisi telah meminta keterangan dari tiga warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. Sementara keenam korban belum dapat diperiksa karena masih menjalani perawatan medis.

Kapolsek Kota Baru AKP Riko Saputra mengatakan, penanganan awal perkara masih berada pada tahap penyelidikan. Selanjutnya, kasus tersebut akan ditangani lebih lanjut oleh Polresta Jambi.

Ledakan terjadi sekitar pukul 19.18 WIB. Dentuman keras dari arah dapur disusul kepanikan warga dan teriakan meminta pertolongan. Bagian dapur gudang catering dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut.

Informasi awal kepolisian mengarah pada dugaan kebocoran LPG dari salah satu dari dua tabung berkapasitas 50 kilogram yang berada di lokasi. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir karena polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tabung, titik awal ledakan serta rangkaian kejadian sebelum insiden.

Bau Gas Sebelum Ledakan

Salah satu hal yang kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan adalah informasi mengenai adanya bau gas sebelum ledakan.
Keterangan yang dihimpun dari sekitar lokasi menyebutkan, indikasi kebocoran diduga telah diketahui sebelum peristiwa terjadi. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan ke area dapur oleh petugas keamanan dan teknisi.

Dalam perkembangan yang disampaikan kepolisian, diduga terjadi penumpukan gas di dalam ruangan. Beberapa menit setelah dilakukan pemeriksaan, ledakan terjadi dan api menyembur dari area tersebut.
Kondisi inilah yang membuat penyidik perlu menelusuri secara lebih rinci rangkaian peristiwa sejak munculnya indikasi kebocoran hingga terjadinya ledakan.

Namun demikian, belum ada kesimpulan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh kelalaian pihak tertentu. Penentuan penyebab maupun ada tidaknya pelanggaran prosedur keselamatan masih menunggu hasil penyelidikan.

Enam Korban Masih Dirawat

Enam korban dalam peristiwa ini mengalami luka bakar dengan tingkat dan bagian tubuh yang berbeda.
Boby Syefrinando dan Afizal bin Asri menjalani perawatan di RS Abdul Manap. Deni Erawansa dan Rikardo Sinaga dirawat di RS Kambang, sementara Peko Pradana juga mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut. Korban lainnya, M Andika Akbar, menjalani perawatan di RS Raden Mattaher Jambi.
Karena masih dalam penanganan medis, polisi belum dapat meminta keterangan langsung dari keenam korban. Kondisi tersebut membuat penyidik untuk sementara mengandalkan keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi serta hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara.

Dua Tabung Diamankan

Untuk mendukung penyelidikan, polisi telah mengamankan dua tabung LPG berukuran 50 kilogram dari lokasi. Tim INAFIS bersama Satreskrim Polresta Jambi juga telah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian dan memasang garis polisi.

Dari pemeriksaan tersebut, penyidik akan menelusuri sumber kebocoran, kondisi instalasi, posisi tabung, ventilasi ruangan hingga kemungkinan adanya sumber pemicu ledakan.
Aspek keselamatan menjadi perhatian penting karena area yang mengalami ledakan merupakan bagian dapur atau gudang catering yang menggunakan LPG dalam aktivitas operasionalnya.

Karena itu, selain mencari penyebab teknis ledakan, penyelidikan juga dapat memberikan gambaran apakah prosedur penyimpanan dan penggunaan LPG, pemeriksaan kebocoran, ventilasi ruangan serta sistem penanganan keadaan darurat telah berjalan sebagaimana mestinya.

Meski demikian, seluruh aspek tersebut masih berada dalam ruang pemeriksaan. Belum ada pernyataan resmi kepolisian yang menyebut adanya kelalaian manajemen atau pihak tertentu dalam peristiwa tersebut.

Kini, penyidik masih menunggu perkembangan kondisi para korban sekaligus melengkapi pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti. Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat menjelaskan secara utuh bagaimana kebocoran diduga terjadi, mengapa gas dapat terakumulasi hingga menimbulkan ledakan, serta apakah terdapat pelanggaran terhadap prosedur keselamatan di area tersebut.

Kasus ledakan dapur Jamtos ini selanjutnya menjadi perhatian bukan hanya karena menimbulkan enam korban luka, tetapi juga karena adanya informasi mengenai indikasi bau gas sebelum kejadian. Fakta tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *