Terjatuh Saat Menambang Pasir, Pemuda 22 Tahun Hilang Ditelan Arus Sungai Batang Tebo
Bungo, Mediator
Aktivitas penambangan pasir tradisional di Sungai Batang Tebo berubah menjadi petaka. Seorang pemuda berusia 22 tahun dilaporkan hilang setelah terjatuh ke sungai saat bekerja di Desa Tanjung Menanti, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Sabtu (7/11/2026).
Korban diketahui bernama Danu (22), warga setempat. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bungo, Zainadi, korban saat itu tengah melakukan aktivitas penambangan pasir secara tradisional di aliran Sungai Batang Tebo. Namun, nahas, korban tiba-tiba terjatuh ke sungai hingga akhirnya dinyatakan hilang.
Laporan kejadian tersebut langsung mendapat respons cepat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi. Melalui Pos SAR Bungo, tim rescue segera diberangkatkan menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Setibanya di lokasi, personel Basarnas langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan guna melakukan asesmen serta menentukan strategi pencarian. Upaya penyisiran pun segera dilakukan, termasuk menerjunkan personel untuk melaksanakan penyelaman di sekitar titik awal korban dilaporkan terjatuh.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Meski penyelaman telah dilakukan, keberadaan korban masih belum diketahui. Derasnya arus dan kondisi perairan menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam memaksimalkan proses pencarian.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan delapan personel Pos SAR Bungo, BPBD Kabupaten Bungo, serta masyarakat setempat. Sejumlah peralatan pendukung dikerahkan, mulai dari Rescue Car, Landing Craft Rubber (LCR), peralatan penyelamatan di air (water rescue), peralatan medis, perangkat komunikasi hingga perlengkapan evakuasi lainnya.
Setelah berjibaku melakukan pencarian selama beberapa jam, pada pukul 17.30 WIB Tim SAR Gabungan memutuskan menghentikan sementara operasi. Meski demikian, pemantauan di sekitar lokasi kejadian tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban.
Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Minggu (8/11/2026), dengan memperluas upaya penyisiran dan mengoptimalkan seluruh unsur serta peralatan SAR yang tersedia.
Hingga operasi dihentikan sementara, kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan. Basarnas Jambi bersama seluruh unsur SAR gabungan menegaskan akan terus berupaya maksimal melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
Di tengah harapan keluarga dan masyarakat setempat, perjuangan tim SAR kini berlanjut untuk mengungkap keberadaan Danu di balik derasnya aliran Sungai Batang Tebo. (tsa)
