DAERAH

Sejumlah Rumah Warga di Tanjabbar Terancam Ambruk

Kuala Tungkal, Mediator

Sejumlah rumah tinggal masyarakat di Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, terancam ambruk. Hal itu dampak dari pengikisan daerah pesisir pantai yang diakibatkan ombak dan arus laut (abrasi).

Kapolsek Pengabuan, AKP Edi Purnawan mengatakan, sejauh ini setidaknya ada empat rumah yang tanahnya mengalami abarasi yang bisa berdampak longsor. Tanah disekitar rumah tersebut saat ini mengalami retakan dan pergeseran yang cukup serius.

” Ada sejumlah rumah yang terdampak abrasi, hal itu akibatkan ada kerusakan fisik tanah dibawah dan didepan rumah masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kejadian itu bermula saat salah satu warga bernama Agus yang tengah berada dirumahnya dimemberi tahu warga lainnya jika tanah di halaman rumahnya mengalami pergerakan.

” Saat itu, Agus kemudian melihat ke depan rumah dan terlihat retakan pada tanah dan perlahan mulai longsor ke sungai dengan lebar turun +- 5 meter,” ungkap Edi.

Dalam kejadian kata Kapolsek, tidak ada korban jiwa. Selain itu hingga saat ini belum tidak terdapat korban jiwa. Namun ia menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati hati sebab sewaktu waktu bisa terjadi longsor.

” Kita telah menghimbau dan memberitahu Warga sekitar agar tetap berhati hati dan waspada, karena Abrasi ini bisa terjadi kapan saja,” pesannya.

Edi mengatakan, abrasi yang terjadi dikarenakan tanah yang terkikis air sungai Pengabuan sehingga terjadi longsor. Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya dimana sebelumnya terjadi pada tanggal 13 Oktober 2021, yang kedua pada tanggal 18 Juni 2022 ditempat yang sama.

” Masih ada potensi abrasi susulan saat air pasang dikarenakan tidak adanya penghalang tanah (cerucup) dan kultur tanah tidak keras yang dapat berimbas empat rumah yang posisinya sangat dekat dengan lokasi abrasi,” jelasnya.

Untuk leempat rumah yang berpotensi terjadi abrasi saat ini, kata Edi telah dikosongkan oleh pemilik rumahnya dan saat ini tinggal menumpang dirumah saudara masing-masing.

” Rumah itu saat ini sudah kosong, karena dikhawatirkan terjadi abrasi susulan dan bisa berakibat fatal apabila tidak segera di ambil tindakan,” pungkasnya.

(adl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *