DAERAH

Proyek CCTV Kampung Bahagia Disorot, Diskominfo Jambi Diminta Jelaskan Standar Teknis dan Harga Pengadaan

Jambi, Mediator

Program “Kampung Bahagia” Pemerintah Kota Jambi yang menggelontorkan anggaran miliaran rupiah dari APBD untuk pengadaan CCTV di 1.600 RT kini jadi sorotan publik. Program dengan skema swakelola itu menjanjikan pemasangan kamera pengawas yang terintegrasi ke Command Center Kota Jambi.

Hasil kajian Perkumpulan L.I.M.B.A.H Provinsi Jambi menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan teknis pengadaan. Habib Syukri, Juru Bicara L.I.M.B.A.H Jambi, menyampaikan temuan utama terkait Rencana Kerja dan Syarat-Syarat serta Rencana Anggaran Biaya yang dinilai terlalu spesifik untuk perangkat CCTV.

Dalam dokumen RKS/RAB yang beredar, perangkat yang diminta meliputi Kamera IP Hikvision 2MP, Switch PoE Ruijie tipe RG-ES106F-P Unmanaged, kabel LAN Cat5e, dan tiang galvanis ukuran 2,5 inci tinggi 6 meter. Karena spesifikasi ditulis sangat rinci, Ketua RT di lapangan disebut hanya menemukan satu format paket yang tersedia di pasaran Kota Jambi.

Habib Syukri juga mempertanyakan pilihan Switch PoE Unmanaged untuk infrastruktur publik yang rencananya terhubung real-time ke Jambi City Operation Center dan dapat diakses Wali Kota serta kepolisian. Secara teknis, switch unmanaged bersifat plug-and-play, tidak memiliki fitur VLAN dan isolasi jalur, sehingga dinilai kurang ideal untuk jaringan publik yang menyangkut data dan privasi warga.

Tim investigasi L.I.M.B.A.H membandingkan harga dalam proposal RT dengan penawaran distributor. Salah satu dokumen Pokja Bahagia RT 29 Kelurahan Jelutung mencantumkan paket CCTV terintegrasi seharga Rp5.490.000 per titik. Sementara penawaran distributor resmi untuk spesifikasi sama, sudah termasuk margin wajar dan PPN 11%, berada di kisaran Rp3.427.680. Selisihnya sekitar Rp2.062.320 per paket. Jika dikalikan 1.600 RT untuk 1 titik, potensi selisih mencapai Rp3,2 miliar. Perlu dicatat, rencana setiap RT minimal 2 titik sesuai hasil investigasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskominfo Kota Jambi SalehRidho menyatakan seluruh proses sudah sesuai aturan. Ia menegaskan program ini bertujuan menunjang Kota Jambi Bahagia. “Pokja boleh memilih spesifikasi CCTV lain asal bisa terkoneksi dengan Kominfo,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Habib Syukri atas nama L.I.M.B.A.H mendorong Inspektorat, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan Kejaksaan Tinggi Jambi untuk menelaah dokumen pengadaan dari DPMPPA dan Diskominfo. Para Ketua RT juga diimbau melapor jika merasa tertekan dalam pemilihan vendor.

Pemkot Jambi diharapkan segera membuka data teknis dan mekanisme verifikasi agar integrasi CCTV ke Command Center benar-benar aman, akuntabel, dan sesuai tujuan awal: meningkatkan keamanan lingkungan warga. (ion)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *