Ketua PGSI Buka Kejurprov Gulat Tahun 2022
Jambi, Mediator
Ketua Harian Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Jambi,Ir. Muhammad Fauzi, MT, membuka kejuaraan provinsi (Kejurprov), bertempat di gedung Gulat Provinsi Jambi, di Kelurahan Sulanjana, Kec. Jambi Timur, Kota Jambi, Sabtu (17/12/2022).
Dalam kejurprov yang di ikuti 9 kabupaten/kota se Provinsi Jambi ini mempertandingkan 30 kelas gaya bebas putra, gaya bebas putri dan grigo putra. 3 kategori kadet yunior dan senior.
“ Kejuprov ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pembinaan masing-masing PGSI kabupaten kota serta untuk mempersiapkan atlet untuk Porprov Jambi dan PON Aceh Sumut mendatang,” ujar Fauzi dalam bagian sambutannya.
Fauzi mengatakan, Jambi selalu menorehkan medali di setiap event nasional Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua yang lalu kita berhasil membawa pulang 3 medali perak.
Tiga medali perak diraih oleh Muhammad Aliansyah (dari Kaltim), Andika Sulaeman (dari DKI Jakarta) dan Kharisma Tantri Herlina ( dari Jabar).
” Melalui ajang yang dilaksanakan pada hari ini, kita semua tentu berharap, akan muncul pegulat-pegulat tangguh dari Provinsi Jambi yang mampu berprestasi, tidak saja di tingkat nasional, akan tetapi juga di tingkat internasional,” katanya.
Di akhir sambutannya, Fauzi mengucapkan dengan rasa bangga atas hasil keikutsertaan pada ajang Kejuaraan Nasional Gulat Senior Puan Maharani CUP I di Medan, mendapat perolehan 1 Medali Perak, atas nama atlit Efriadi, 6 Medali Perunggu atas nama atlit Rizky Aprianto, Rizky Greco Romansyah, Junior, Benni Hendro, Retno Astrini, dan atas nama atlit Sri Rahayu
Sebagaimana kita ketahui, saat ini cabang olahraga gulat dari waktu ke waktu semakin eksis perkembangannya, baik ditingkat nasional, maupun ditingkat daerah, termasuk di Provinsi Jambi. Cabang olahraga gulat tidak saja diminati oleh kaum pria, akan tetapi juga telah mendapat perhatian dan menjadi salah satu pilihan olahraga bagi kaum wanita.
Bahkan atlit gulat wanita pada kejuaraan di Medan beberapa waktu yang lalu mampu memberikan medali untuk kontingen Jambi. Ini menunjukkan, bahwa olahraga gulat tidak lagi menjadi dominasi dari atlit kaum pria.
“Saya yakin, walaupun kaum hawa yang terlibat dalam olahraga gulat ini, tidak akan meninggalkan sifat kelembutannya, dia tetap menjadi seorang wanita yang lembut, tapi siap menjadi petarung manakala telah memasuki kancah pertandingan,” ujarnya.
Tak hanya itu, pada ajang Sea Games Vietnam, Mei 2022 yang lalu, sebagai keluarga besar pegulat Indonesia, boleh berbangga karena olahraga Gulat telah menjadi buah bibir menyusul keberhasilan atlit -atlit sebelumnya.
(ion)
