DAERAHHUKRIM

Korban Kekerasan Fisik oleh Oknum Dosen D “Bermunculan”

Jambi, Mediator

Setelah viral pemberitaan kasus kekerasan yang dialami mahasiswa prodi Prokes Unja, semester satu, berinisial AW, diduga kuat dilakukan oleh Dosen pembimbingnya berinisial D, di kampusnya, Jumat(16/12/2022) lalu. Kini bermunculan korban -korban baru yang mengaku pernah mereka rasakan apa yang menimpa temannya, AW.

Menurut pengakuan mahasiswa yang pernah menjadi korban D, selama ini mereka takut membuat laporan, baik kepada pihak kampus maupun di kepolisian.

” Dosen D bukan hanya sekali melakukan kekerasan fisik terhadap mahasiswa, saya pernah di tampar, tapi kami tidak ada keberanian untuk melapor,” ucap salah satu mahasiswa yang tidak mau di sebutkan namanya itu.

Ia mengapresiasi keberanian AW yang melaporkan kejadian kekerasan fisik yang dialaminya sampai ke pihak berwajib.

“Kami apresiasi sekali karena selama ini belum ada yang bernyali untuk membuat laporan, terlebih laporan ke polisi,” ujarnya.

Ia berharap, pihak kampus bisa segera menindaklanjuti kasus kekerasan ini, dan memberikan sanksi tegas terhadap terlapor untuk memberikan efek jera agar kasus serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

” Saya kira ini bom waktu, saatnya tindakan sewenang-wenang dan premanisme Dosen menjadi bahan pihak Kampus untuk mengevaluasi dan berbenah. Ini (kampus) tempat mencetak generasi bangsa yang akan melanjutkan estapet untuk mengelola negara ini kedepannya dengan baik, santun dan beretika,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, AW mengalami kekerasan pisik, yang dilakukan Dosen pembimbingnya berinisial D, di kampusnya, Jumat (16/12/2022). Akibat penganiayaan itu, mahasiswa semester satu di Universitas Jambi prodi Prokes ini, mengalami luka memar di muka dan tangan kirinya keeselo dan sulit untuk di gerakan.

” Tangan kiri saya masih sakit dan sulit untuk di gerakan,” keluhnya.

Pasca penganiayaan yang diduga dilakukan Dosen Prodi Prokes Unja berinisial D, harapan AW untuk mengikuti seleksi nasional (seleknas) cabang olahraga Pencak Silat yang di selenggarakan di Batu Raja, Sumatera Selatan, Senin (19/12/2022), pupus sudah.

Kejuaraan bergengsi yang juga memperebutkan Piala Kemenpora RI ini pun AW dipastikan tak bisa ikut bertanding, meskipun ia sudah di daftarkan oleh pelatihnya untuk mengikuti kejuaraan tersebut

Ia mengaku sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan tersebut, dengan ikut bergabung latihan bersama anak-anak silat Pusat Latihan Pelajar Propinsi (PPLP) binaan Dispora Provinsi Jambi, guna mematangkan teknik dan mental saat bertanding nanti.

” Apa daya tidak mungkin saya memaksakan diri dengan kondisi sekarang ini,” ucapnya.

(ion)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *