Taman Putri Pinang Masak di Tanah Pilih, Pak Abdurahman Sayoeti Pun “Tersenyum”
Jambi, Mediator
Lahab Kosong bekas Pasar Induk Angso Duo di tepian Sungai Batanghari, kini digarap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kebesaran nama Putri Pinang Masak, istri Rajo Jambi, Datuk Paduko Bergalo disematkan untuk nama taman/Park dimaksud.
Pembangunan taman di atas lahan Tanah Pilih Angso Duo, itu. Saat ini dalam masa pemeliharaaan oleh rekanan pemborong di bawah pengelolaan Dinas PUPR Provinsi Jambi. Dibiayai APBD 2022.
Sesuai data, taman/park Pinang Masak, berukuran 6,1 hektar (ha). Selain dihijaukan. Dilengkapi pula dengan pra/sarana olah raga, basket/voli dan sarana olah raga panjat tebing.
Pendirian taman ditujukan menambah pra/sarana hiburan bagi warga Kota Jambi. Yang selama ini dirasa masih minim tempat rekreasi bersama keluarga.
Pak Sayoet Pun Senyum
Bantaran Sungai Batanghari mulai tanah timbun/tanah pilih/Angso Duo dihijaukan atau disulap menjadi taman rekreasi merupakan keinginan sudah ada sejak lama. Digagas Drs haji Abdurrahman Sayoeti, semasa menjabat gubernur era 1990-an.
Rencana gubernur dua periode itu, sekaitan dengan aktivitas pelabuhan sungai di pusat kota Jambii, mulai Angso Duo hingga Boom Batu, WTC sekarang di pindahkan ke Talang Duku, sekira15 km sebelah Timur Kota Jambi.
Pada acara serah terima Pelindo II Kacab Jambi, masa itu. Pak Sayoeti mennyatakan akan mengijaukan tepian Sungai Batanghasi mulai pasar Angso Duo hingga depan gubernuran. “Kota kita minim tempat rekreasi,” ucapnya kala itu.
Sejalan rencananya. Guburnur Sayoeti mengingatkan dan menegaskan. Di lahan bekas pelabuhan tak boleh lagi didirikan sepotong bangunan beton pun. ” Karena akan dihijaukan jadi taman,” sebut Sayoeti.
Keinginan belum terealisasi. Musim beganti kepemimpinanoun bertukar. Gubernur Drs H Zulkifli Nurdin, berlatar belakang pengusaha. Agaknya tak tertarik mewujudkan cita- cita pendahulunya.
Gubernur Zulkifli condong melirik secara ekonomi. Lahan kosong di pinggiran Sungai Batanghari itu lalu ‘dijual’ ke swasta. Maka berdiri lah Mall WTC. Sebelumnya, tentu seizin pihak pusat/Jakarta juga.
Itu sebabnya dari jumlah lahan lebih kurang 15-20 ha, kini tersisa 6,1 ha saja lagi yang dapat dimanfaatkan menjadi taman/RTH. Itupun nyaris juga dikuasai pengusaha pengelola. Mall WTC. Mengklaim lahan bekas Pasar Angso duo termasuk sudah mereka beli. Ado-ado bee.
Sekalipun anganan Pak Sayoeti tidak terealisasi seutuhnya. Namun jadilah. Tak penuh ke ateh ya…penuh ke bawah. (Maaf), pasti roh Pak Sayoeti senyum mengetahui ini.
(tsm)
