DAERAHDUNIA ISLAM

Tidak Ada Batasan Usia, Kuota Haji Provinsi Jambi Diprediksi Bertambah

Jambi, Mediator

Meski Kementerian Agama (Kemenag) pusat telah menyampaikan kuota haji tahun 2023 secara nasional, namun untuk kuota setiap Provinsi masih belum ditetapkan.

“Pihak Kanwil Kemenag Provinsi Jambi hingga saat ini masih menunggu penetapan kuota haji untuk Provinsi Jambi dari Kementerian Agama untuk pemberangkatan haji tahun 2023,” kata Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab.

Wahyudi mengatakan, kuota haji untuk Indonesia tahun ini sebanyak 221 ribu orang jemaah, dan tidak ada pembatasan usia, sehingga calon jemaah haji yang berusia diatas 65 tahun bisa berangkat. Hal ini berbeda dengan pemberangkatan tahun lalu dimana jemaah yang berusia diatas 60 tahun tidak bisa berangkat.

“Tidak ada batasan usia, asalkan menenuhi syarat kesehatan calon jemaah haji yang berusia diatas 65 tahun bisa berangkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara nasional baru selesai MoU antara Menteri Agama atas nama Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi yang kemudian ditetapkan kuota. Setelah itu baru nanti Kementerian Agama akan melihat porsi itu sesuai dengan Provinsi masing-masing. Baru nanti akan disampaikan ke Kanwil masing-masing. Termasuk dari Kemenag dalam hal ini Dirjen PHU akan mengeluarkan daftar nama calon jemaah haji.

Wahyudi menambahkan, jika dilihat dari kuota nasional tersebut, diperkirakan seluruh jemaah lunas tunda keberangkatan tahun 2020 dan 2021 diperkirakan akan bisa berangkat tahun ini. Pada penyelenggaraan haji tahun 2022 yang lalu, Provinsi Jambi mendapat kuota sebanyak 1.321 orang.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023, termasuk di dalamnya kuota haji untuk Indonesia.

Dari 221 ribu kuota yang diberikan, terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler, dan 17.680 jemaah haji khusus. Sedangkan untuk petugas haji mendapat kuota sebanyak 4 ribu 200 orang.

Dikutif dari laman Kemenag RI, selain tentang kuota, kesepakatan dilakukan oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah di Jeddah , Minggu (8/1/2023) lalu, juga mengatur tentang pendaratan (landing) pesawat di Jeddah dan Madinah, serta beberapa kebijakan terbaru terkait pelayanan ibadah haji.

Menag mengatakan, dalam pembicaraan dengan Menteri Haji Saudi disepakati juga tidak adanya pembatasan usia. Sebagaimana diketahui, karena pandemi, pemerintah Arab Saudi membatasi usia jemaah haji. Saat itu, Saudi menerapkan syarat usia jemaah haji 2022 di bawah 65 tahun.

“Tahun ini sudah tidak ada pembatasan usia. Artinya, jemaah 65 tahun ke atas juga dapat berangkat haji tahun ini,” ujarnya.

Tambahan Kuota

Pertemuan dengan Menteri Tawfiq juga dimanfaatkan Gus Men, panggilan akrab Menag Yaqut, untuk melobi tambahan kuota bagi Indonesia. Gus Men mengatakan bahwa antrean jemaah haji Indonesia sangat panjang. Gus Men berharap ada tambahan kuota bagi Indonesia sehingga bisa mengurangi jumlah antrean jemaah haji.

Menteri Tawfiq mengaku sangat senang untuk bisa memberikan tambahan kuota jemaah haji Indonesia. Apalagi, Indonesia adalah negara penting bagi Saudi. Namun, lanjut Tawfiq, saat ini negaranya tetap mengedepankan kenyamanan dan keselamatan jemaah haji.

“Kenyamanan dan keselamatan ini prioritas. Namun saya katakan, Indonesia akan selalu mendapatkan prioritas dalam memperoleh kuota tambahan,” tuturnya.

“(Mungkin) ada negara yang mengurangi jemaah hajinya sehingga kuota bisa diberikan ke Indonesia. Semua tentu sudah rindu berhaji (dalam kondisi normal),” sambungnya.

Tawfiq menambahkan tentang terus berjalannya transformasi pelayanan jemaah haji di Arab Saudi. Menurutnya, saat ini sudah tidak ada lagi muassasah, namun penyenggaraan haji dilakukan oleh syarikah atau perusahaan. Ada enam syarikah (perusahaan) yang ditunjuk dalam pelaksanaan layanan ibadah haji tahun ini. Setiap negara, termasuk Indonesia, dapat memilih syarikah dalam menyiapkan layanan.

“Sehingga akan ada kesempatan untuk mendapatkan harga terbaik. Saya juga meminta agar perjanjian dibuat dengan detail, agar dapat memberikan layanan terbaik juga,” jelas Tawfiq.

“Jika detail, ini akan menjadi pegangan ketika syarikah melanggar. Jika mereka melanggar, kami bisa memberikan sanksi,” katanya lagi.

Menag Yaqut menyampaikan terima kasih karena Indonesia diajak terlibat sejak awal dalam proses haji 2023, termasuk undangan menghadiri Muktamar Haji. Menag mengapresiasi langkah transformasi yang dilakukan Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji. Transformasi itu mengarah pada penyelenggaraan haji yang lebih profesional.

(*/dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *