DAERAHEKONOMIHUKRIM

AFmart Jambi Diduga Menipu Konsumen, YLKI Turun Tangan

Jambi, Mediator

Seorang konsumen AFmart (inisial) di Jalan Anwar Bay, Kota Jambi, melaporkan kasus dugaan penipuan harga kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) setempat.

Konsumen yang bernama As tersebut merasa tertipu setelah membeli batre dengan harga yang tidak sesuai dengan label harga yang tertera.

Menurut As, ia membeli susu anak dan batre di AFmart dengan harga yang tercantum pada label sebesar Rp25.200. Namun, setelah membayar di kasir dan memeriksa struk belanja di rumah, ia terkejut bahwa harga batre yang dibeli ternyata Rp52.500. As langsung kembali ke AFmart untuk mempertanyakan perbedaan harga tersebut.

Kasir AFmart menjelaskan bahwa kemungkinan besar pegawai salah menaruh batre. Namun, As curiga bahwa ini bukan kesalahan sederhana, melainkan tindakan yang disengaja untuk membohongi konsumen. As juga meminta nomor kepala toko untuk mengadukan kejadian tersebut. Setelah didesak, kepala toko baru meminta maaf.

Permasalahan ini terjadi bermula saat As membeli batre dan susu anak di AFmart dengan harga Rp25.200.
Setelah memeriksa struk belanja, As menemukan bahwa harga batre sebenarnya Rp52.500.
As kembali ke AFmart dan mempertanyakan perbedaan harga kepada kasir. Kasir menjelaskan bahwa kemungkinan besar pegawai salah menaruh batre.
As curiga bahwa ini bukan kesalahan sederhana, melainkan tindakan yang disengaja.

Sementara itu, Ketua YLKI Jambi, Ibnu Kholdun, menyatakan bahwa kasus ini sangat merugikan konsumen dan ada indikasi kesengajaan. YLKI akan mengirimkan surat kepada AFmart Jambi dan memanggil pihak AFmart untuk membahas kasus ini lebih lanjut.

“Kita akan kirimkan surat kepada AFmart Jambi dan akan kita panggil nantinya mungkin dalam beberapa hari ini akan kita temukan pihak AFmart dan konsumen tersebut,” ujar Ibnu Kholdun.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi konsumen dan YLKI, karena menunjukkan bahwa masih ada praktik penipuan yang dilakukan oleh oknum pelaku usaha terhadap konsumen.

YLKI berharap agar AFmart dapat memperbaiki sistem dan prosedur pelayanannya untuk mencegah kasus serupa di masa depan.

Hingga berita ini di naikkan, Mediator belum berhasil menkonfermasi pihak AFmart, menurut pegawai yang bekerja saat itu menyatakan “tidak tahu” halikhwal masalah tersebut.
(lbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *