DAERAHKESEHATANPERISTIWA

Asap Kembali Menebal Pagi Ini, Mata Warga Jambi Terasa Perih

Jambi, Mediator

Kabut asap kembali terlihat menebal di sejumlah kawasan Kota Jambi pada Jumat pagi (28/8/2026). Kondisi ini terasa berbeda dibandingkan Kamis (27/8/2026), ketika asap sempat terlihat lebih menipis terutama pada siang hari.

Pagi ini, lapisan asap kembali membuat atmosfer Kota Jambi tampak berkabut. Sejumlah warga juga mengeluhkan mata terasa perih dan tidak nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.

Perubahan kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Jambi masih menjadi perhatian. Data pemantauan kualitas udara AQI.in yang menjadi salah satu rujukan pemantauan menunjukkan kondisi udara Jambi masih berada pada level yang perlu diwaspadai. Pada pemantauan terbaru yang dapat diakses, AQI Jambi tercatat 154 atau kategori Tidak Sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 64 µg/m³ dan PM10 sekitar 55 µg/m³.

PERUBAHAN KONDISI 26–28 AGUSTUS

Dalam tiga hari terakhir, kondisi udara Jambi mengalami perubahan.

Rabu, 26 Agustus 2026, kabut asap masih menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau dan aktivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.

Kamis, 27 Agustus 2026, secara visual asap sempat menipis, khususnya dibandingkan kondisi pagi sebelumnya. Namun, membaiknya jarak pandang tidak serta-merta berarti kualitas udara telah sepenuhnya aman.

Bahkan pada Kamis sore pukul 18.00 WIB, data kualitas udara tingkat provinsi yang dikutip Katadata dari pemantauan kualitas udara menunjukkan Jambi berada pada indeks 274, termasuk kategori sangat tidak sehat, dan menjadi provinsi dengan kualitas udara terburuk kedua pada saat pemantauan tersebut.

Sementara Jumat pagi, 28 Agustus 2026, asap kembali terasa lebih pekat secara kasatmata. Kondisi tersebut juga disertai keluhan mata perih yang dirasakan sebagian warga.

Data AQI.in yang dapat diakses saat ini menunjukkan AQI Jambi berada di angka 154 (Tidak Sehat) dengan PM2.5 sekitar 64 µg/m³. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara masih belum sepenuhnya berakhir meskipun ketebalan asap dapat berubah dari waktu ke waktu.

KARHUTLA MASIH MENJADI PERHATIAN

Kondisi tersebut terjadi ketika penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi masih terus dilakukan. Polda Jambi bersama TNI, BPBD dan unsur Pengamanan Hutan masih mengintensifkan patroli, pengecekan lapangan, pemadaman serta pendinginan di wilayah rawan karhutla.

BMKG juga menyebut sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada periode musim kemarau, sementara sebaran asap terdeteksi di sejumlah wilayah, termasuk Jambi. Dalam pemantauan 25 Agustus, jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Jambi memang turun dari 15 menjadi satu titik, tetapi sebaran asap masih terdeteksi di wilayah Jambi dan kawasan sekitarnya.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa menipisnya asap secara visual tidak selalu berarti kualitas udara langsung membaik. Pergerakan angin, kelembapan, suhu dan sumber emisi dapat menyebabkan konsentrasi polutan berubah dalam waktu singkat.

Warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan mereka yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara, diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap kembali pekat. Penggunaan masker yang sesuai dan mengurangi paparan langsung terhadap udara luar juga menjadi langkah pencegahan yang penting.

Jumat pagi ini, langit Jambi kembali diselimuti asap. Setelah sempat menipis kemarin, kabut asap kembali terasa mengganggu dan membuat mata perih. Kondisi udara Jambi pun masih membutuhkan perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan. (Pur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *