Bekarang, Tradisi Unik Cara Menagkap Ikan yang Ramah Lingkungan
*Ikut Dilombakan Menyambut HUT ke 74 Kabupaten Batang Hari
Muara Bulian, Mediator
Warga Kota Muara Bulian tampak berkumpul di Kolam Bebean, di Kelurahan Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian, terletak persis disamping rumah dinas Bupati Batang Hari, Rabu (23/11/2022) siang.
Warga yang berkumpul tersebut ternyata hendak mengikuti lomba “Bekarang Besamo” yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari dalam rangka memeriahkan HUT ke 74 Kabupaten Batang Hari Tahun 2022.
Tradisi Bekarang Basamo sendiri, merupakan tradisi menangkap ikan yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Batanghari, yang dilakukan disebuah sawah, rawa atau sungai dan biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok warga, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak.
“Lomba bekarang besamo ini salah satu rangkaian kegiatan hari ulang tahun ke-74 Kabupaten Batang Hari, masih banyak lagi kegiatan dalam rangka memperingati HUT ini sampai 25 Desember 2022 mendatang,” kata Bupati Batang Hari, Muhamad Fadhil Arief saat membuka lomba bekarang besamo di kolam bebean Muara Bulian.
Turut hadir, Kepala OPD Kab. Batang Hari, Camat Muara Bulian, Lurah Muara Bulian, Lurah Rengas Condong serta para tamu undangan lainnya.
Bupati Batang Hari mengatakan, Bekarang ini merupakan tradisi dan budaya yang harus dilestarikan.
“Lomba Bekarang ini juga merupakan budaya yang ada di dusun dan tetap di lestarikan. Kami mengajak kepada seluruh masyarakat dan elemen terkait untuk mensukseskan semua event-event dalam rangka HUT ke-74 Kabupaten Batang Hari ini,” ujarnya.
Peserta lomba ini diikuti oleh 26 pasangan suami istri serta dan anaknya yang sangat antusias meriahkan lomba Bekarang tersebut.
Tradisi Bekarang Basamo sendiri, merupakan tradisi menangkap ikan yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Batang Hari, yang dilakukan di sawah, rawa atau sungai dan biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok warga, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak.
Uniknya, dalam tradisi Bekarang Basamo ini, masyarakat yang ikut mencari ikan hanya boleh menangkap ikan dengan menggunakan tangan kosong dan dibantu dengan dua alat tradisional yaitu Serkap dan Ambung/Kiding.
Serkap dan Ambung / Kiding sendiri merupakan alat tradisional yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Batanghari untuk menangkap ikan yang terbuat dari anyaman bambu dan rotan.
Serkap biasanya digunakan untuk menggiring dan menangkap ikan, sedangkan Ambung / Kiding biasanya digunakan untuk menampung ikan hasil tangkapan.
Tradisi Bekarang Basamo sendiri, merupakan tradisi menangkap ikan ala nenek moyang dari masyarakat di Kabupaten Batanghari yang tergolong ramah terhadap lingkungan.
Karena hanya memakai tangan kosong dan bantuan dari alat tradisional saja dalam melakukan penangkapan ikan, tradisi Bekarang Basamo ini merupakan kegiatan menangkap ikan yang tidak membahayakan bagi makhluk hidup dan lingkungan.
Atas dasar itulah, tradisi unik dan ramah lingkungan ini dicoba untuk dilestarikan kembali oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Batanghari, dibawah kepemimpinan Bupati saat ini, Muhammad Fadhil Arief, S.E.
(zal)
