Bidik Pasar Internasional, Pemkab Merangin dan Dekranasda Gelar Pelatihan Kerajinan Anyaman
Bangko, Mediator
Pemerintah Kabupaten Merangin bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) terus bergerak mendorong produk lokal menembus pasar global.
Salah satu langkah itu ditunjukkan melalui pembukaan Pelatihan Anyaman bagi pengrajin lokal yang berpusat di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Merangin, Rabu (4/11).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, dari 4 hingga 8 November 2026 ini, merupakan bentuk perhatian nyata Dekranasda Kabupaten Merangin yang disokong penuh oleh Bupati Merangin, M. Syukur sebagai bentuk keberpihakan Pemkab terhadap pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta pelestarian kerajinan daerah.
Mewakili Ketua Dekranasda Ny. Lavita Syukur,, Wakil Ketua I Dekranasda Merangin, Ny. Emi Khafidh, mengingatkan pentingnya memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas produk untuk menembus pasar yang lebih luas.
“Manfaatkan kesempatan yang luar biasa ini, jangan disia-siakan. Berlatihlah dengan tekun agar nanti dapat mengembangkan potensi dan kreasi sesuai dengan keinginan pasar. Mudah-mudahan, produk kerajinan kita bisa go nasional dan bahkan internasional,” ujar Ny. Emi Khafidh saat memberikan arahan.
Untuk memastikan kualitas hasil olahan, pelatihan ini menghadirkan instruktur profesional dari Provinsi Jambi. Para peserta tidak hanya dilatih secara teknis menganyam, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam memvariasikan model, bentuk, serta desain produk.
Langkah ini diproyeksikan untuk mendukung pengembangan 12 produk unggulan daerah Kabupaten Merangin, sekaligus memperkuat identitas dan kekhasan produk lokal di pasar nasional maupun mancanegara.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (KUKMPP) Kabupaten Merangin, Andrie Fransusman, menyampaikan bahwa pengembangan sektor kerajinan harus dibarengi dengan strategi pemasaran modern.
“Kami ingin produk-produk hasil kreativitas para pengrajin Merangin tidak hanya dikenal dan dibeli oleh masyarakat lokal, tetapi juga hadir di destinasi wisata, pusat oleh-oleh, galeri produk unggulan, pasar regional, nasional, bahkan mampu menembus pasar internasional,” jelas Andrie.
Menurutnya, pengembangan kerajinan tidak boleh berhenti pada keterampilan produksi semata. Aspek kualitas, inovasi desain, kemasan, standardisasi, branding, hingga pemanfaatan platform digital menjadi kunci utama agar produk daerah mampu bersaing di era global.
Melalui kegiatan ini, Dinas KUKMPP dan Dekranasda Merangin optimistis para pengrajin lokal dapat bertransformasi menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri dan berdaya saing, sejalan dengan visi mewujudkan Merangin Berdaya menuju Merangin Baru 2030. (mlk)
