Bupati Berharap, Perpustakaan Tingkatkan Literasi Masyarakat Batang Hari
Muara Bulian, Mediator
Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, berharap dengan diresmikannya gedung fasilitas layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Batang Hari di Muarabulian, dapat mendorong peningkatan indeks literasi masyarakat untuk kesejahteraan, dengan mengusung tema transformasi perpustakaan untuk mewujudkan ekosistem digital nasional.
Hal itu dikatakan Bupati Batang Hari saat meresmikan gedung fasilitas layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Batang Hari di Muarabulian, didampingi Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional RI, Drs Deni Kurniadi, M.Hum, Kamis (07/07/2022).
Bupati Fadhil Arief, mengatakan, Gedung Perpustakaan baru ini juga sudah sangat dibutuhkan oleh generasi muda di Batang Hari. Sebab pertukaran informasi saat ini sudah berkembang sangat pesat, sehingga pola-pola mencari informasi dengan konvensional sudah bergeser menjadi digital.
“Saat ini harus bisa mengikuti perkembangan zaman di era globalisasi sekarang dan era digital. Selain itu di dalam agama juga sudah diajarkan bahwa membaca itu sangat penting, agar dalam hidup tidak mudah saja menerima informasi yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya.
Fadhil Arief juga mengajak seluruh masyarakat Batanghari untuk meningkatkan literasi dan menjadi pembaca yang baik. Menurutnya, salah satu indikator pembaca yang baik adalah tidak bisa dibodohi orang lain, tidak dapat ditipu dan tidak mudah percaya dengan berita yang tidak pasti kebenaran dan sumbernya.
” Mari kita tingkatkan minat baca dan jadilah pembaca yang baik,” ajaknya.
Fadhil juga mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengucapkan terima kasih kepada Presiden Ri, Ir Joko Wijodo, Kepala Bappenas RI, Menteri Keuangan dan Kepala Perpustakaan Nasional atas terbangunnya gedung Perpustakaan Daerah Batang Hari yang bersumber dari anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus tahun 2021 dengan besaran kurang lebih Rp10 milyar .
Setelah diresmikannya perpustakaan tersebut, pemerintah juga akan menggandeng beberapa perguruan tinggi yang ada di wilayah itu dengan cara menandatangani MOU.
“Nantinya perpustakaan ini akan dapat dimanfaatkan para mahasiswa di Batanghari untuk dijadikan literasi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Batanghari, Deny Eko Purwanto.
Di hari yang sama juga digelar talk show peningkatan indeks literasi untuk kesejahteraan masyarakat serta pengukuhan bunda literasi Batang Hari dan bunda literasi se-Kabupaten Batanghari.
Talk ini digelar di Gedung Pemuda, Muara Bulian dengan mengusung dua tema yaitu “Membangun Literasi dalam pemanfaatan potensi kelapa sawit dan turunannya menuju petani cerdas” dan ” Transformasi perpustakaan Untuk mewujudkan ekosistem digital nasional”.
Turut hadir dalam acara, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan RI, Deni Kurniadi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Batanghari, Deni Eko Purwanto, Kepala Pusat Analisis Perkembangan Perpustakaan RI, Adin Bondar, Sekretaris Daerah Batanghari M Azan, Wakil Bunda Literasi Batanghari Nurani Zubir, para bunda literasi se-Kabupaten Batanghari, Unsur Forkopimda Batanghari, Kepala dinas Kominfo Amir Hamzah dan para tamu undangan lainnya.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan RI, Deni Kurniadi, dalam sambutannya mengatakan perpustakaan adalah sarana dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Indonesia.
” Literasi menjadi pondasi yang kokoh dalam membentuk skill dan kepekaan sosial produktifitas, untuk itu perpustakaan nasional mengembangkan lima tingkatan literasi bagi masyarakat,” ujarnya.
(rch)
