DAERAHKESEHATAN

Bupati Minta Dinkes Batang Hari Giatkan Pencegahan

• Antisipasi Kasus Hepatitis Akut

Muarabulian, Mediator

Bupati Batang Hari, M Fadhil Arief, meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang Hari untuk melakukan upaya pencegahan dini terhadap kasus Hepatitis Akut misterius yang saat ini telah memakan korban anak-anak.

“Sampai saat ini belum ditemukan kasus anak yang terkena hepatitis akut misterius ini. Kita berharap kasus ini tidak terjadi di sini. Meskipun demikian kita tetap lakukan upaya preventif dengan meminta kepada Dinas Kesehatan Batang Hari ini untuk mengiatkan upaya pencegahan,” ujar Fadhil Arief, kepada wartawan usai menggelar halal bi halal bersama masyarakat Batang Hari, bertempat di Serambi rumah dinas bupati, Selasa (10/05/2022)

Ia menegaskan belum dapat informasi resmi tentang kasus Akut Hepatitis ini. Dirinya hanya menerima berita-berita yang sudah tersebar luas di media sosial.

“Belum dapat pernyataan resmi dari pemerintah pusat soal wabah penyakit ini namun kita tetap berjaga-jaga. Dan kita tetap memberi pelayanan terhadap semua hal bukan hanya penyakit ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Menteri Kesehatan pun juga melaporkan sudah ada 15 kasus dugaan hepatitis, lima di antaranya meninggal dunia. Penyakit hepatitis akut ini kemungkinan besar disebabkan oleh adenovirus 41 yang menyerang saluran pencernaan, namun sampai saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih mencari tahu penyebab sebenarnya.

“Sekarang penelitian sudah dilakukan bersama-sama oleh Indonesia bekerja sama dengan WHO dan bekerja sama dengan Amerika dan Inggris untuk mendeteksi secara cepat penyebab penyakit ini,” imbuh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers virtual, Senin (9/5/2022).

“Kemungkinan besar adalah adenovirus strain 41. Tapi ada juga banyak kasus yang tidak ada adenovirus strain 41 ini. Jadi kita masih melakukan penelitian ini bersama-sama dengan Inggris dan Amerika Serikat untuk memastikan penyebabnya,” lanjutnya.

dr Nina Dwi Putri SpA(K) dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta orangtua untuk mewaspadai cara penularan hepatitis akut ‘misterius’.

Pasalnya, ada kemungkinan anak tertular saat bermain dengan teman, sehingga penyakit menular dapat mudah menyebar saat seseorang melakukan kontak dekat.

Selain itu, banyak anak cenderung memasukan suatu benda ke dalam mulut maupun wajah. Itu mengapa penyebaran infeksi lebih sering terjadi di rentang usia anak.

“Hal ini terutama berlaku di antara bayi dan balita yang cenderung menggunakan tangan mereka untuk menyeka hidung atau menggosok mata mereka dan kemudian memegang mainan atau menyentuh anak lain,” katanya.

“Imunisasi adalah cara paling efektif untuk melindungi anak-anak dari berbagai infeksi tertentu,” sebut dia.

Adapun cara pencegahan ciri-ciri hepatitis akut, seperti: Cuci tangan sebelum makan, menggunakan kamar mandi, atau setelah memegang benda apapun. Keringkan tangan dengan benar, memastikan tidak lembap. Menjaga kesehatan mulut dengan rutin menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur. Menjaga etika batuk dengan menutup mulut dan mengenakan masker. Menutup luka pada kulit dengan plester atau perban agar tetap bersih dan minim risiko infeksi.

Membersihkan permukaan rumah secara teratur, terutama di dapur dan kamar mandi serta area yang disentuh. Membersihkan buah dan sayuran serta daging secara terpisah karena daging mentah bisa mengkontaminasi sayuran dan buah. Memasak bahan makanan sampai matang, termasuk telur agar menghindari infeksi bakteri. Jangan menyimpan makanan kering maupun basah di dalam kamar tidur.

Jadi, bagi masyarakat yang bertanya-tanya apakah hepatitis akut menular atau tidak? Jawabannya menular ya. Oleh karena itu, usahakan menerapkan kebersihan pada anak seperti cuci tangan, terutama habis memegang sesuatu. (rch)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *