Ekonomi Jambi Tumbuh 4,77 Persen, Sektor Pertanian dan Ekspor Jadi Penopang Utama
Jambi, Mediator
Perekonomian Provinsi Jambi mengalami perkembangan yang menggembirakan di tahun 2025, dengan laju pertumbuhan yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi pada triwulan III-2025 tercatat mencapai Rp89,35 triliun atas dasar harga berlaku, sementara berdasarkan harga konstan 2010 sebesar Rp47,35 triliun.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, mengungkapkan bahwa ekonomi Jambi tumbuh sebesar 2,17 persen secara kuartalan (quarter to quarter/q-to-q), jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang mencatatkan angka tertinggi, yakni 5,87 persen. Selain itu, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) juga mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu 7,25 persen.
Secara tahunan (year on year/y-on-y), perekonomian Jambi tumbuh 4,77 persen pada triwulan III-2025, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor Informasi dan Komunikasi menunjukkan pertumbuhan tertinggi dengan angka mencapai 9,00 persen, sementara ekspor barang dan jasa juga mengalami kenaikan signifikan, sebesar 7,24 persen.
Dari sisi kumulatif (cumulative to cumulative/c-to-c), ekonomi Jambi hingga triwulan III-2025 tercatat tumbuh 4,78 persen. Sektor Transportasi dan Pergudangan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan laju 9,82 persen, disusul oleh ekspor barang dan jasa yang meningkat 5,12 persen.
Sektor Pertanian dan Ekspor Jadi Penopang Utama Ekonomi Jambi
Struktur ekonomi Jambi masih sangat bergantung pada sektor primer, dengan kontribusi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencapai 34,93 persen terhadap total PDRB. Sektor ini menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah, mencerminkan betapa pentingnya sektor pertanian dalam menopang kehidupan masyarakat Jambi. Di tengah fluktuasi global, sektor pertanian terus menjadi sektor vital yang memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian besar penduduknya.
Selain sektor pertanian, ekspor barang dan jasa juga memainkan peranan yang sangat penting dalam perekonomian Jambi. Kontribusi ekspor barang dan jasa terhadap total PDRB triwulan III-2025 tercatat sebesar 67,05 persen, menunjukkan bahwa Jambi sangat bergantung pada pasar internasional, terutama untuk komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan produk pertanian lainnya.
Namun, meskipun sektor-sektor tersebut memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi Jambi, BPS juga mengingatkan adanya tantangan yang harus dihadapi ke depan. Diversifikasi ekonomi menjadi salah satu isu penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah. Meskipun sektor primer dominan, ekonomi Jambi perlu didorong untuk bergerak ke sektor-sektor lain yang memiliki potensi besar, seperti industri pengolahan, teknologi, dan sektor jasa lainnya.
Agus Sudibyo menambahkan, “Data ini menunjukkan bahwa ketergantungan ekonomi Jambi terhadap sektor pertanian dan ekspor masih sangat besar, terutama di tengah kondisi global yang fluktuatif.” Oleh karena itu, untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, penting untuk meningkatkan nilai tambah dari sektor-sektor yang memiliki potensi besar dan mengurangi ketergantungan terhadap satu atau dua sektor saja.
Tantangan dan Harapan Ke Depan
Di tengah capaian pertumbuhan yang menggembirakan ini, pemerintah Provinsi Jambi dihadapkan pada tantangan besar dalam mendorong diversifikasi ekonomi. Salah satu langkah yang perlu ditempuh adalah dengan meningkatkan investasi di sektor-sektor yang dapat memperkuat daya saing daerah, seperti pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, industri kreatif, serta pengembangan sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Untuk itu, pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat, untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing. Selain itu, penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi kunci penting dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, Jambi diharapkan tidak hanya mengandalkan sektor pertanian dan ekspor sebagai pendorong utama ekonomi, tetapi juga mampu mengembangkan sektor-sektor lain yang dapat memberikan nilai tambah yang lebih tinggi, sehingga perekonomian Jambi dapat terus tumbuh dengan lebih seimbang dan berkelanjutan. (*)
