DAERAHEKONOMIPEMBANGUNAN

Hadiri Rakerda Dekranasda Jambi, Lavita Syukur: UMKM Harus Naik Kelas

Jambi, Mediator

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Merangin menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Merangin, Ny. Lavita Mudahar Syukur, usai menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jambi Tahun 2026 yang digelar di EV Garden, Kota Jambi, Kamis (29/10).

Rakerda yang mengusung semangat sinergi dan pelestarian budaya ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Dekranasda Merangin, di antaranya Wakil Ketua III Ny. Sri Rezeki Zulhifni, Ketua Harian Bpk. Andrie Fransusman, S.S.T.P., Sekretaris Cil Mardianti, S.Kom., serta para ketua bidang seperti Ketua Bidang Pendanaan dan Kemitraan Hj. Andrianida dan Ketua Bidang Promosi Evi Suzana.

Ny. Lavita Syukur menyampaikan bahwa Rakerda ini memiliki arti strategis yang sangat besar, terutama dalam merumuskan langkah nyata untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat akar rumput melalui sektor kriya dan UMKM.

“Rapat kerja daerah ini sangat penting bagi kabupaten Merangin dalam rangka menyelaraskan program dalam mengembangkan perekonomian rakyat. Melalui sinergi yang kuat, produk-produk kerajinan lokal dan UMKM kita harus bisa naik kelas, memperluas pangsa pasar, dan bermuara langsung pada peningkatan kesejahteraan perajin serta masyarakat luas,” ujar Ny. Lavita Syukur.

Rakerda Dekranasda Provinsi Jambi Tahun 2026 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani.

Dalam sambutannya, Wagub A. Sani menekankan pentingnya peran Dekranasda dalam menjaga warisan budaya sekaligus menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mencatat bahwa perekonomian Jambi menunjukkan tren positif dengan laju pertumbuhan mencapai 4,93 persen pada 2025, yang turut disokong oleh kontribusi industri kerajinan dan produk lokal.

“Keberadaan Dekranasda Provinsi Jambi memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan industri kerajinan daerah, melestarikan warisan budaya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin dan pelaku UMKM,” ungkap Abdullah Sani.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, menegaskan bahwa Dekranasda bukan sekadar wadah kerajinan tangan, melainkan benteng pelestarian budaya bangsa.

Ia juga memaparkan adanya penyaluran bantuan konkret kepada pelaku UMKM kriya dan kuliner, di mana setiap kabupaten/kota memperoleh alokasi bantuan untuk 10 UMKM (lima kriya dan lima kuliner).

Selain itu, Hesnidar mendorong agar sektor kriya disinergikan secara erat dengan pariwisata daerah. Dinas terkait diharapkan dapat menyisipkan produk kriya lokal dalam setiap materi promosi pariwisata guna menarik kunjungan wisatawan.

Rangkaian acara Rakerda turut diisi dengan penandatanganan kerja sama (MoU) antara Dekranasda dan TP-PKK Provinsi Jambi dengan Balai Penelitian Vokasi dan Produktivitas Padang, serta penyerahan penghargaan prestisius Inacraft Awards 2026 dan Kriya Nusa. (mlk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *