METROPOLITANPEMBANGUNAN

Kampung Bahagia dan OPBM Mulai Berjalan, 13 RT di Tanjung Pinang Terima Armada Pengangkut Sampah

Kota Jambi, Mediator

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., pada Selasa (23/6/2026) secara resmi melaunching Program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) sekaligus menyerahkan hasil kegiatan fisik dan nonfisik Program Kampung Bahagia Tahap I di 13 RT Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur. Kegiatan yang dipusatkan di RT 07 Kelurahan Tanjung Pinang itu ditandai dengan pengoperasian 13 armada gerobak motor (germo) untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sebagai upaya meningkatkan kebersihan lingkungan, memperkuat partisipasi warga, dan mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Diza mengapresiasi peran aktif para Ketua RT dan masyarakat yang telah menjalankan Program Kampung Bahagia sesuai mekanisme yang ditetapkan Pemerintah Kota Jambi.

“Saya mengapresiasi para Ketua RT dalam menjalankan Program Kampung Bahagia di Kelurahan Tanjung Pinang yang telah berjalan sesuai dengan mekanismenya,” ujar Diza.

Menurutnya, berbagai manfaat program tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari RT, lurah, dan camat, sejumlah pembangunan berhasil direalisasikan melalui program tersebut.

“Banyak sekali kebermanfaatan Program Kampung Bahagia di Kelurahan Tanjung Pinang. Mulai dari pembangunan drainase, perbaikan jalan lingkungan, pengadaan CCTV hingga lapangan badminton yang bahkan sudah digunakan untuk turnamen warga di RT 07,” jelasnya.

Diza berharap keberhasilan pelaksanaan Program Kampung Bahagia di Kelurahan Tanjung Pinang dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Jambi. Ia juga meminta masyarakat turut menyebarluaskan informasi positif terkait manfaat program tersebut.

“Jangan sampai luput pemberitaan tentang suksesnya Program Kampung Bahagia di Kelurahan Tanjung Pinang ini. Mari sama-sama kita edukasikan kepada masyarakat bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi lingkungan,” katanya.

Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari masih kuatnya budaya musyawarah, gotong royong, dan kepedulian sosial yang tumbuh di tengah masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Diza juga menjelaskan berbagai informasi yang berkembang terkait Program OPBM. Menurutnya, program tersebut hadir sebagai alternatif tata kelola sampah berbasis masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“OPBM lahir sebagai pilihan dalam tata kelola sampah. Jika ada masyarakat yang ingin mandiri mengelola sampah dan membuang langsung ke depo transfer terdekat, tentu tidak dipaksa. Namun OPBM memberikan solusi yang lebih terorganisir dan melibatkan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Diza menambahkan, OPBM bahkan berpotensi berjalan tanpa biaya apabila masyarakat menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan operasional sehingga meringankan beban warga.

“Program ini tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya,” tegasnya.

Program Kampung Bahagia dan OPBM menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman. Melalui pendekatan berbasis gotong royong dan partisipasi warga, pemerintah berharap pembangunan di tingkat RT dapat berjalan lebih merata serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Jambi Abdul Gani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Mahruzar, Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverintiwi Dewanti, Camat Jambi Timur Hipni, Lurah Tanjung Pinang Sagap Ali Solihin, unsur Forum Ketua RT Kota Jambi, serta masyarakat setempat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *