Kembali, 26 RT Tolak Pembangunan Stockpile PT.SAS
Jambi, Mediator
Kembali, Warga 26 RT Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi menolak pembangunan stockpile batu bara PT. Sinar Anugerah Sukses (SAS) karena dianggap akan merusak lingkungan sekitarnya.
Tawaf Ali, Ketua RT 23 Kelurahan Aur Kenali saat mengikuti rapat dengan Pemerintah Provinsi Jambi, yang dihadiri juga oleh pihak PT SAS, di hotel Aston Jambi, kemarin mengatakan Bahwa izin lingkungan (AMDAL) tidak sesuai dengan RTRW kota. “Disitu kan ada pemukiman, pertanian dan juga ada intake PDAM inikan berdampak pada masyarakat di tiga kecamatan,” katanya.
Tawaf juga menambahkan, pihaknya mendengar bahwa stockpile itu hanya dua hektar dan itu tidak masuk akal, sedangkan kendaraan yang beroperasi mengangkut batu bara ada 20 ribuan mobil dan akan berdampak ke masyarakat yang tinggal di perumahan Aur Kenali dan jika ini di paksakan maka dampaknya akan mempengaruhi kesehatan warga.
“Jika stockpile PT. SAS ini tetap dipaksakan tetap dibangun maka dia akan berhadapan dengan masyarakat,” tegas Tawaf,
Dalam pertemuan itu juga, Thawaf menyerahkan pernyataan Warga Aur Kenali, Desa Mendalo Laut dan Mendalo Darat dimana tetap menolak stockpile dan jalan khusus batu bara di Aur Kenali. Pernyataan itu ditandatangani oleh 24 Ketua RT, para Pengurus Masjid, Tokoh-tokoh Pemuda, termasuk pengurus Lembaga Adat.
Menanggapi penolakan tersebut, H. Sudirman, Sekda Provinsi Jambi meminta kepada Tawaf untuk tidak membawa nama-nama RT lain. “Kalau Bapak menolak silahkan, tapi jangan bawa yang lain. Ini investasi sudah berjalan, kalau mau menolak silahkan lewat jalur hukum.” tegas Sudirman.
Sementara, pemerintah baik Pemprov Jambi, Pemkab Muaro Jambi dan Pemkot Jambi sudah membahas soal adanya stockpile batu bara di Kota Jambi itu. Saat ini pemerintah sedang mencari solusi terbaik buat kebaikan bersama namun sejauh ini pemerintah di Jambi telah setuju adanya stockpile batubara di lokasi tersebut. Pemda sudah membentuk tim kerja terpadu dalam menangani urusan konflik warga dengan PT SAS. Mereka memastikan bahwa pemerintah akan terus memberikan langkah yang terbaik. (edy)
