DAERAHEKONOMIHUKRIMPERISTIWA

Kerentanan Sistem Bank Jambi : Saldo Raib, Layanan Lumpuh, LSM Lapor Mabes Polri

Jambi, Mediator

Gangguan besar terjadi pada sistem layanan Bank Jambi yang menyebabkan hilangnya saldo sejumlah nasabah, dengan sejumlah transaksi yang tercatat hilang dari sistem. Insiden ini pertama kali terpantau pada 22 Februari 2026 dan langsung menjadi perhatian luas, memicu serangkaian langkah hukum dan pemulihan yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang serta manajemen bank.

Meski Bank Jambi berjanji untuk mengembalikan dana nasabah yang hilang dan melakukan pemulihan sistem, dampak dari insiden ini masih terus dirasakan oleh banyak pihak. Proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Jambi dan OJK diharapkan dapat mengungkap akar permasalahan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang. Langkah-langkah yang diambil oleh Bank Jambi dalam memperbaiki sistem dan meningkatkan pengawasan diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik dan mengembalikan kestabilan operasional bank di Provinsi Jambi.

Saldo Nasabah Hilang dan Sistem Bank Jambi Lumpuh

Sejak awal Maret kemarin, para nasabah mulai melaporkan saldo rekening mereka yang tiba-tiba menghilang, dengan jumlah yang bervariasi antara Rp 17 juta hingga Rp 24 juta. Beberapa transaksi yang seharusnya tercatat juga hilang tanpa jejak, membuat banyak nasabah merasa dirugikan.

Tidak hanya itu, layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi juga mengalami penutupan sementara sejak 22 Februari, hingga menambah kekhawatiran nasabah akan keamanan dan integritas sistem digital bank yang selama ini mereka percayai. Tanggapan dari pihak manajemen Bank Jambi melalui Wakil Direktur Utama, Khairul Suhairi, menyebutkan bahwa gangguan ini terjadi karena pembaruan sistem dan peningkatan kapasitas infrastruktur yang tidak dapat menangani volume transaksi yang terus meningkat.

Tindak Lanjut : Pemulihan Dana Nasabah dan Peningkatan Keamanan

Manajemen Bank Jambi menjamin bahwa seluruh dana yang hilang akan dikembalikan kepada nasabah secara penuh. Namun, meski begitu, gangguan ini memicu serangkaian tuntutan dari berbagai pihak, salah satunya dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi yang ikut memantau situasi.

Mereka menegaskan pentingnya perlindungan nasabah dan pemulihan sistem yang cepat, sambil mendesak pihak Bank Jambi untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam mengungkap penyebab dari kejadian tersebut.

Seiring dengan pemulihan, pihak bank membuka posko layanan di beberapa cabang utama untuk menangani keluhan nasabah dan mempercepat proses pengembalian dana. Di sisi lain, pihak bank juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan audit terhadap sistem dan memperbarui protokol keamanan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

LSM Mappan Laporkan Kasus ke Mabes Polri

Namun, masalah ini tak hanya berhenti di tingkat pemulihan layanan. LSM Peduli Pemantau Anggaran Negara (Mappan) melaporkan Bank Jambi ke Mabes Polri, mendesak penyelidikan lebih lanjut mengenai kemungkinan tindak pidana dalam kasus ini. LSM Mappan menyoroti dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran, di mana terdapat Rp 58 miliar yang seharusnya digunakan untuk pemeliharaan sistem perangkat lunak dan hardware, namun justru menyebabkan sistem digital bank mengalami kerusakan parah.

“Sejak insiden serangan siber terjadi, layanan digital dan ATM Bank Jambi lumpuh total. Kami mendesak agar penyelidikan dilakukan untuk mengungkap apakah ini murni insiden siber atau ada indikasi tindak pidana perbankan atau bahkan korupsi,” tegas Sekjen LSM Mappan, Hadi Prabowo, dalam pernyataannya.

Penyelidikan oleh Polda Jambi

Terkait laporan LSM Mappan, Kapolda Jambi Irjen.Pol Krisno H. Siregar menyatakan bahwa pihaknya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polda Jambi juga telah mengeluarkan maklumat tentang perlunya pengawasan ketat terhadap Bank Jambi dan pihak yang terlibat dalam insiden tersebut, guna mengungkap lebih lanjut tentang potensi tindak pidana yang mungkin terkait dengan kerusakan sistem dan hilangnya dana nasabah.

Dampak pada Kepercayaan Publik

Kasus ini tak hanya berdampak pada nasabah yang mengalami kerugian finansial, namun juga menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap Bank Jambi. Nasabah yang sebelumnya merasa aman dengan menggunakan layanan digital Bank Jambi kini mulai meragukan keamanan sistem perbankan digital yang ada. Meski demikian, analis ekonomi berharap pihak Bank Jambi dapat segera memperbaiki citranya dengan meningkatkan kualitas layanan serta sistem keamanannya.

“Kepercayaan publik terhadap Bank Jambi akan sangat tergantung pada seberapa cepat mereka menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa sistem mereka tidak rentan terhadap ancaman serupa di masa depan,” ujar Analis Keuangan, Rama Prasetya, dikutip dari salah satu tulisan media. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *