Pencarian Dramatis Remaja Tenggelam di Sungai Batang Merangin, Tim SAR Gabungan Kerahkan Segala Kemampuan
Sarolangun, Mediator
Sebuah tragedi memilukan terjadi di Sungai Batang Merangin, Desa Kasang Melintang, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, saat seorang remaja bernama Nino Abi Maulana (19) dilaporkan tenggelam pada Jumat sore, 6 Maret 2026, sekitar pukul 17.30 WIB.
Kejadian ini mengundang kepanikan warga setempat dan segera memicu dilakukannya operasi pencarian yang melibatkan Tim SAR Gabungan, BPBD Sarolangun, dan pihak terkait lainnya.
Nino yang sedang mandi di sungai bersama beberapa temannya, dilaporkan terseret arus setelah diduga mengalami kelelahan akibat berenang terlalu jauh. Meski berusaha bertahan, remaja malang tersebut tidak mampu mencapai tepian dan akhirnya tenggelam. Kejadian tersebut sangat cepat terjadi, meninggalkan rasa khawatir dan kesedihan bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat setempat yang segera melaporkan peristiwa ini.
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menjelaskan bahwa operasi pencarian segera dimulai setelah pihak BPBD Sarolangun melaporkan kejadian tersebut pada malam hari. Tim rescue dari Pos SAR Bungo yang berlokasi 188 km dari lokasi kejadian langsung diberangkatkan, dan akhirnya tiba pada Sabtu dini hari, 7 Maret 2026, pukul 02.30 WIB.
“Kami segera mengirimkan tim untuk melakukan pencarian setelah menerima laporan dari BPBD Sarolangun. Kami berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan pemantauan awal sebelum pencarian dimulai,” ungkap Adah Sudarsa.
Pagi hari, pukul 07.00 WIB, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Bungo, BPBD Sarolangun, serta masyarakat setempat, terbagi menjadi 3 SRU (Search and Rescue Unit) yang masing-masing menyisir dua sektor penyisiran sepanjang Sungai Batang Merangin, tempat korban tenggelam. Dalam pencarian ini, tim menggunakan berbagai alat canggih dan alat utama (Alut) guna memaksimalkan proses pencarian, antara lain :
• Landing Craft Rubber (LCR): Untuk melakukan penyisiran di permukaan sungai yang luas.
• Drone Thermal: Untuk pemantauan udara dan mendeteksi keberadaan korban melalui suhu tubuh yang terdeteksi.
• Peralatan medis dan evakuasi lengkap juga disiapkan guna mengantisipasi kemungkinan korban ditemukan dalam keadaan sadar atau membutuhkan perawatan medis.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau berawan, memberikan harapan agar proses pencarian dapat berjalan lancar tanpa gangguan cuaca buruk. Masyarakat setempat juga turut berperan aktif dalam membantu memantau sepanjang pinggiran sungai, berharap agar Nino dapat segera ditemukan dan selamat. Warga berharap agar kejadian tragis ini segera berakhir dengan kabar baik, meski harapan itu semakin menipis seiring berjalannya waktu.
Setelah lebih dari 24 jam pencarian dilakukan, belum ada tanda-tanda pasti mengenai keberadaan Nino, namun operasi terus berjalan dengan semangat dan tekad yang kuat dari tim SAR, BPBD, serta masyarakat setempat. Warga dan pihak berwenang tidak hanya berharap pada teknologi canggih, namun juga pada kerjasama yang solid di lapangan, untuk menemukan remaja yang tenggelam di sungai yang terkenal dengan arus derasnya ini.
Operasi pencarian yang terus melibatkan berbagai pihak menunjukkan betapa pentingnya kerjasama dalam menghadapi bencana alam atau kejadian tak terduga. Saat ini, harapan terbesar adalah dapat menemukan Nino dalam keadaan selamat, dan meringankan beban yang dirasakan oleh keluarga dan orang terdekatnya.
Sementara itu, pihak SAR dan BPBD Sarolangun masih terus melanjutkan upaya pencarian. Setiap detik menjadi sangat berharga, dan pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan terus mendukung tim yang tengah berusaha maksimal demi keselamatan korban. (tsa)
