DAERAHPEMBANGUNAN

Kerusakan Jalan Pasar Kebon Kopi Dikeluhkan

Kota Jambi, Mediator

Kerusakan Jalan Raden Wijaya, tepatnya di ruas jalan persimpangan Pasar Kebon Kopi, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Jum’at (03/5/2024) dikeluhkan masyarakat, khususnya para pengguna jalan.

Pantauan Mediator di lapangan, Jum’at pagi menunjukkan, kondisi jalan dengan lubang menganga tepatnya dipersimpangan kebun kopi. Namun, beruntung sebagian lubang telah ditimbun dengan sirtu sehingga jalan tetap dapat dilalui.

“Kalau lewat sekitar pasar kebun kopi ini harus hati hati, karena kalau lalai sedikit saja, ban motor bisa terperosok masuk ke dalam lubang,” keluh Anto, warga setempat.

Kerusakan jalan Kebon Kopi (Jalan Raden Wijaya-red), imbuh dia, telah berlangsung sekitar dua tahun terakhir. Namun, sayang hingga saat ini belum ada upaya perbaikan. “Sudah lama rusaknya, sejak pertengahan tahun 2022, tapi sampai sekarang tak kunjung diperbaiki. Lubang yang menganga hanya ditimbun pakai batu,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Rino Pratama Putra, Ketua RT 39 Kelurahan Thehok. Menurutnya, kerusakan terparah ruas Jalan Raden Wijaya terjadi pada awal tahun 2023 lalu, namun sayangnya hingga saat ini belum ada perbaikan. “Sudah lama rusaknya, tapi yang paling parah sebelum memasuki bulan puasa tahun lalu,” ujarnya mengawali perbincangan dengan Mediator, kemarin.

Upaya yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, kata dia menambahkan, dengan melakukan penanganan darurat yakni melakukan penimbunan dengan campuran pasir dan batu (sirtu). Namun, penanganan secara permanen belum dilakukan. “Selama ini upaya yang dilakukan instansi terkait, baru sebatas penimbunan terhadap lubang yang menganga, belum ketahap pengaspalan atau peningkatan jalan,” tutur Ketua RT yang juga Pengurus Forum RT itu.

Menurutnya, kerusakan Jalan Raden Wijaya khususnya di depan Pasar Kebun Kopi terjadi dikarenakan tidak adanya drainase atau parit dikanan kiri jalan.

“Tidak tersedianya parit dikanan kiri jalan membuat air limbah dari pasar yang ada tepat dipersimpangan jalan itu menjadi melimpah kebadan jalan, sehingga membuat jalan cepat rusak,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada pihak Dinas/Instansi terkait dalam hal ini Dinas PU agar dalam melakukan pembangunan jalan sekaligus membangun parit dikanan kiri jalan. “Kalau bisa dalam penanganan jalan, sekaligus juga membangun parit dikanan kiri jalan sehingga jalan yang telah dibangun bisa awet dan umurnya lebih tahan lama,” pintanya.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Thehok, Mulyadi SH ketika dikonfirmasi terkait kerusakan Jalan Raden Wijaya, tepatnya ruas Jalan kebun Kopi itu membenarkan hal tersebut. “Ya, seperti yang dilihat bersama di lapangan, kondisinya memang seperti itu (jalan rusak-red),” ujarnya.

Hanya saja, Mulyadi mengaku tidak mengetahui lebih detail, terkait penyebab jalan itu tidak kunjung diperbaiki. “Kebetulan saya baru menjabat sebagai Lurah Thehok ini baru sekitar 8 bulan, sehingga tidak tahu penyebab kenapa jalan ini tidak kunjung ditangani,” ungkap dia.

Namun, berdasarkan informasi yang didapatnya selama menjabat sebagai Lurah Thehok belum ada terjadi kasus kecelakaan akibat kerusakan jalan tersebut. “Alhamdulillah sampai saat ini, belum ada korban kecelakaan atau meninggal dunia, berbagai usaha telah dilakukan dengan menimbun jalan yang berlubang dari pihak pengerjaan Umum,” tukasnya.

Mulyadi berharap kerusakan Jalan Raden Wijaya dapat segera ditangani oleh instansi terkait. “Mudah mudahan tahun ini bisa terealisasi (penanganan jalan rusak-red),” pungkasnya.

Sayangnya hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Jambi belum berhasil dikonfirmasi. Begitupula dengan Kepala Bidang yang menangani Bina Marga belum berhasil ditemui. ”Maaf Bapak Kepala Dinas maupun Pak Kabid (Kepala Bidang-red) sedang tidak berada ditempat,” ujar salah seorang staff kantor tersebut. (ags)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *