Komunitas Rangkum Galakkan Pameran dan Workshop untuk Melestarikan Budaya Kerinci
Sungai Penuh, Mediator
Komunitas Rangkum Creative Kincai mengadakan Pameran dan Workshop pada tanggal 14 November 2024 sampai dengan 16 November 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Arafah Town Jl. M.H. Thamrin, Sumur Anyir, Kota Sungai Penuh. Kegiatan ini bertema “Pelestarian Budaya Kerinci Melalui Pameran dan Workshop”. Tema ini dipilih karena sesuai dengan tujuan dan ruanglingkup pergerakkan komunitas Rangkum, yaitu melestarikan seni dan kebudayaan. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Rangkum Creative Kincai, Abuzar, S.Sn. saat memberi sambutan pada acara tersebut.
Abuzar mengatakan bahwa Rangkum Creative Kincai mulai terbentuk pada tahun 2019. Saat itu Rangkum hanya sekelompok pecinta seni dan belum berbentuk organisasi berbadan hukum. 28 Mei 2024 Komunitas Rangkum Creative resmi terdaftar di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Hal ini dilakukan untuk memperluas pergerakkan komunitas dan mempermudah komunitas dalam menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah dan pihak swasta. Sehingga seni dan kebudayaan dapat dilestarikan dengan baik.

“Tahun 2019 kami hanya sekelompok anak muda biasa yang bergelut di bidang seni dan kebudayaan. Kami baru terdaftar di Kemenkumham pada bulan Mei kemarin(red). Sekarang kami lebih leluasan melestarikan budaya kita,” ujar Abuzar
Rangkum Crearive juga mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengag (UMKM) dalam menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Sehingga UMKM bisa berkembang dan maju. UMKM yang dimaksud merupakan UMKM yang berbaur pelestarian seni dan kebudayaan. Seperti kerajinan miniatur karang meta, gunung kerinci, dan lainnya yang menggambarkan ciri khas budaya Kerinci.
“Kami juga mendorong UMKM yang bergerak dibidang seni dan kebudayaan untuk terus berkembang. Dengan menjembatangi kerjamasama dengan berbagai pihak,”kata Abuzar

Ketua Panitia Pameran dan Workshop, Marten Agung, mengatakan ada 20 karya seni yang di pamerkan dalam acara ini. Semua karya tersebut adalah hasil kreativitas para anggota Rangkum Creative Kincai. Komunitas Rangkum Kreative Kincai sudah melakukan kajian sebelum membuat berbagai karya tersebut. “Karya-karya tersebut merupakan hasil dari kajian kami,” ungkap Marten
Pameran bisa di akses masyarakat umum secara gratis dan karya yang dipamerkan dijual sesuai dengan harga yang di tentuakan oleh pencipta. Selain pameran, Rangkum Creative Kincai juga mengadakan workshop kriya batik dan workshop kriya logam. Workshop juga diadakan gratis, namun hanya terbatas untuk 25 orang mengikuti workshop kriya batik dan 25 orang mengikuti workshop kriya logam. Workshop ini bertujuan agar generasi muda bisa melastarikan budaya melalui kriya. Peserta belajar langsung dengan founder usaha yang sudah lama bergelut dibidangnya. Workshop kriya batik dengan pemateri Erni Yusnita sebagai Founder Batik Incung. Workshop kriya logam dengan pemateri Marten Agung sebagai Founder Tukten Artlab. Setelah belajar dengan foundernya langsung peserta menghasil karya-karya yang melestarikan budaya kerinci.
“Pemateri untuk workshop adalah orang-orang yang berpengalaman dalam berkarya untuk melastarikan nilai-nilai kebudayaan kita,” kata Marten.
Salah satu peserta Workhsop, Pani mengatakan sangat senang bisa berpartisipasi dalam acara workshop. Karena bisa belajar berkarya yang memiliki nilai jual dan nilai kebudayaan. Ia berharap workshop ini berkelanjutan sehingga anak muda bisa lebih mendalami bagaimana cara berkarya dengan menjunjung nilai kebudayaan. “Saya sangat senang bisa belajar disini dan bisa memiliki karya seperti,” ujar Pani
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Sungai Penuh, Akhrizal, S.Pd., berterimakasih dengan Komunitas Rangkum Creative Kincai. karena telah peduli dengan kebudayaan kerinci. Menurutnya, jangan sedikit anak muda saat ini yang peduli dengan kebudayaan. Pemerintah Kota Sungai Penuh mendukung kegiatan pemuda yang positif, seperti yang dilakukan Komunitas Rangkum Creative.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh sangat mengapresiasi kegiatan pemuda yang positif seperti ini,” kata Akhrizal
Akhrizal berharap Komunitas Rangkum Creative Kincai bisa merangkul pemuda lebih luas. Sehingga pelestarian kebudayaan jadi trend di kalangan anak muda. “Saya harap Rangkum bisa merangkul anak muda lebih luas lagi,”tutup Akhrizal. (apa)
