DAERAH

Nelayan Kurangi Aktifitas Melaut

• Cuaca Ekstrim dan Ombak Besar

Kuala Tungkal, Mediator

Cuaca ekstrim ditambah dengan tingginya ombak di pantai laut timur sumatra hingga mencapai 1,5 meter, membuat nelayan di pesisir pantai Tanjung Jabung Baru mengurangi aktifitas melaut mereka.

” Sementara ini kita terpaksa mengurangi melaut, karena cuaca ekstrem dan ombak pun tinggi,” ujar Edi, nelayan setempat.

Ia menyebutkan, para nelayan pun jika ingin melaut hanya pada hari tertentu saja. sebab jika dipaksakan tetap melaut maka akan beresiko, karena ombak tinggi dan dapat menenggelamkan kapal, bahkan bisa mengacam keselamatan jiwa.

“Tetap melaut cuman tidak setiap hari, tapi hanya hari-hari tertentu saja, seperti ombak tidak tinggi, kalau ombsk tinggi saya tidak melaut. Jika tetap dipaksakan melaut maka sangat berbahaya,” katanya.

Tak hanya faktor alam, nelayan juga dihadapkan dengan tingginya biaya operasional yang tak sebanding dengan tangkapan dilaut pun tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan para nelayan.

” Ombak tinggi saat ini hasil melaut pun juga berkurang dan biaya operasional yang dikeluarkan juga tidak sebanding dengan hasil yang didapat,” sebutnya.

Ia menyebut, sudah menjadi hal biasa bagi para nelayan yang ada di Tanjung Jabung Barat pada musim ombak tinggi dan cuaca ekstrim seperti saat ini mereka akan mengurangi aktivitas melaut.

” Jelas berkurang penghasilan yang masuk, kami hanya mencari ikan tidak ke tengah laut, karena sangat beresiko bagi keselamatan karena ombak tinggi tidak dapat diprediksi ketika sedang berada di laut,” ujarnya.

Namun berbeda dengan Indra nelayan Tanjabbar satu ini, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari ia tetap melaut setiap hari.

“Macam mane lagi, demi kebutuhan sehari-hari tetap la melaut setiap hari. Meskipun ombak tinggi tangkapan laut juga berkurang, mau tidak mau la, tak makan nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Pusat Meteorologi Maritim BMKG, merilis prakiraan gelombang satu minggu ke depan merupakan informasi prakiraan gelombang berlaku hingga 7 hari kedepan yang memuat prakiraan tinggi gelombang dan potensi hujan lebat disertai petir.

Prakiraan gelombang satu minggu ke depan mencakup prakiraan gelombang per hari, khusus untuk prakiraan hari pertama hingga hari ketiga ditambahkan prakiraan potensi hujan lebat disertai kilat / petir di wilayah perairan Indonesia.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, Selasa (3/1/2023).

Eko mengatakan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Laut-Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 6-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-35 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian timur, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia Selatan Kupang, Laut Sawu, perairan Kupang-P. Rote, perairan P. Sabu, Laut Timor, Laut Arafuru bagian barat, dan Laut Sawu.

Kondisi itu, kata Eko Prasetyo, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan utara Sabang, perairan barat P. Simeulue, Samudra Hindia Barat Aceh-P. Simeulue, perairan Bengkulu, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sunda bagian utara, Selat Ombai-Selat Wetar, perairan timur Bintan, Laut Natuna, perairan Bangka Belitung, Selat Karimata, perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa bagian barat, perairan utara Jawa Barat.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di perairan selatan Baubau, Teluk Bone, Selat Makassar bagian selatan, perairan selatan Kep. Wakatobi, perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Bitung-Kep. Sitaro, Laut Maluku, perairan utara Kep. Sula, perairan Kep. Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Raja Ampat-Jayapura, Samudra Pasifik Utara Halmahera-Jayapura, Laut Banda bagian utara, perairan Kep. Kai-Kep. Aru.

(adl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *