OPINIPENDIDIKAN

Perbaikan Mutu Pendidikan Era Revolusi Digital

Oleh : Nelson Sihaloho (Guru SMPN 11 Kota Jambi – PD ABKIN Provinsi Jambi Bidang Publikasi Ilmiah/anggota)

ABSTRAK :

Perbaikan mutu pendidikan di era revolusi digital difokuskan pada integrasi teknologi untuk aksesibilitas, personalisasi, dan pengalaman belajar interaktif melalui pembelajaran digital seperti LMS, e-book, video edukasi, peningkatan keterampilan digital guru dan siswa baik itu literasi data maupun teknologi,

Selain itu guru dituntut untuk mengadaptasikan metode pengajaran (fasilitator, pemikiran kritis) untuk menghasilkan lulusan inovatif, kreatif, dan kompetitif sesuai tuntutan global, meskipun tantangannya ada pada infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Merujuk pada kondisi saat ini ekosistem pendidikan digital Indonesia memiliki ruang kendali yang sangat beragam, termasuk perbedaan geografis, kesenjangan dalam distribusi infrastruktur, kesenjangan dalam kemampuan digital pendidik, dan kesenjangan dalam metode pengajaran yang berbeda.

Dunia pendidikan kini semakin berkembang dengan pesat seirng dengan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi memberikan efek signifikan terhadap transformasi digital di dunia pendidikan. Diantaranya e-learning atau pembelajaran online menjadi salah satu ciri dari transformasi digital di dunia pendidikan saat ini.

Kehadiran teknologi baru akan terus berjalan dengan transformasi digital yang akan memberikan efek besar pada dunia pendidikan. Mengacu pada kondisi riil saat ini transformasi digital akan memberikan peluang dan tantangan terhadap perbaikan mutu pendidikan.

Kata kunci: mutu, Pendidikan, revolusi digital.

Perbaikian Mutu Pendidikan

Revolusi digital membawa perubahan tehadap paradigma pembelajaran. Transformasi digital di dunia pendidikan saat ini memfasilitasi transfer pengetahuan kapan saja, di mana saja.

Penerapan transformasi digital dalam dunia pendidikan merupakan cara agar siswa terbiasa dengan teknologi. Teknologi akan terus maju berkembang dan siswa harus terus beradaptasi sehingga tetap kompetitif di industri. Sebagaimana kita ketahui bahwa penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) berfokus pada pemahaman konseptual yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang kompleks.

Pendekatan ini bertujuan untuk membuat pembelajaran lebih bermakna, reflektif, dan relevan dengan kehidupan nyata. Permasalahan mutu pendidikan sesugguhnya berada pada bidang literasi, numerasi, higher order thinking skills (HOTs), ketimpangan mutu pendidikan), serta kompetensi masa depan yang dibutuhkan siswa.

Keempat faktor ini menuntut sistem pendidikan untuk bergerak melampaui metode hafalan dan ujian semata. Merujuk pada laporan Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menunjukkan bahwa kemampuan literasi, numerasi, dan sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah, terutama dalam aspek HOTs.

Selain itu banyak siswa mengalami kesulitan dalam menjawab soal yang menuntut daya nalar tinggi, seperti pemecahan masalah dan analisis informasi. Mereka dapat menyelesaikan soal latihan yang serupa dengan contoh yang diberikan guru, tetapi kesulitan ketika diberikan soal dengan sedikit variasi.

Hal ini menunjukkan masih lemahnya keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah pada siswa (OECD, 2023). Belum lagi tantangan-tantangan masa depan yang mungkin muncul di masa depan yang semakin beragam dengan begitu kompleksnya.

Diharapkan dengan mengusung spirit perbaikan mutu Pendidikan serta dengan diluncurkannya Deep Learning pada awal tahun 2025 perbaikan mutu pendidiikan dapat terealisasi. Banyak kalangan menyatakan ahwa kemampuan problem solving sangat bermanfaat dikuasai oleh siswa. Sebab dengan memahami problem solving siswa mampu menentukan sumber masalah dan menemukan solusi yang efektif dari suatu masalah.

Deep Learning memiliki tiga prinsip yang mengoperasi daya dukung implementasinya. Mindful yang berarti pendidikan bertumpu pada pendidikan yang berkesadaran, dalam konteks ini, baik guru dan siswa keduanya sama sama mengedepan penghormatan pada proses pendidikan dan peran serta tanggung jawabnya dalam pendidikan.

Meaningful yang berarti pendidikan yang berlangsung mampu menggali makna dan optimalisasi manfaat pendidikan dengan maksimal. Kemudian Joyful adalah berati pendidikan yang berlangsung menyenangkan dan setiap individu mampu menerimanya sebagai pengalaman yang menarik dan semakin mudah mengkontekstualisasikan apa yang dipelajari.

Dengan tiga prinsip ini nantinya, setiap siswa mampu memantik semangat belajar yang tinggi. Dengan motivasi belajar yang tinggi, keberhasilan pendidikan mampu mengakselerasi prestasi yang diraihnya. Dengan keluaran proses pendidikan yang baik akan memberikan efek percepatan perbaikan mutu Pendidikan.

Berpacu dengan Waktu

Revolusi digital pendidikan sedang berpacu dengan waktu untuk mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kualitas, memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran lebih interaktif. Selain itu aksesibilitas global, dan efisiensi, namun menghadapi tantangan besar dalam literasi digital, infrastruktur, dan potensi distraksi. Menuntut integrasi strategi seperti blended learning dan pelatihan guru secara berkelanjutan agar Indonesia bisa bersaing di era 4.0 dan 5.0 menuju Indonesia Kreatif 2045.

Digitalisasi pendidikan memberikan perubahan besar pada metode pengajaran. Penggunaan teknologi juga mendorong kolaborasi antara siswa dari berbagai lokasi, memperluas wawasan dan perspektif mereka. Kesiapan guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi juga menjadi faktor penting. Untuk memastikan keberhasilan revolusi digital dalam pendidikan, kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta sangat penting.

Pendidikan digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk membentuk individu yang siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, inklusif, dan berdaya saing global. Gerak cepat berpacu dengan waktu guru juga dituntut untuk melakukan revolusi pembelajaran. Revolusi pembelajaran adalah perubahan signifikan dalam cara siswa belajar dan guru mengajar yang disebabkan oleh adanya teknologi digital.

Revolusi ini membawa perubahan dalam hal akses pendidikan, kualitas pendidikan, dan pengalaman pembelajaran. Pendidikan digital juga harus memberikan banyak manfaat. Diantaranya akses pendidikan yang lebih luas, fleksibilitas waktu dan tempat, dan persiapan siswa untuk dunia kerja di masa depan. Peningkatan digital di Indonesia memerlukan suatu strategi yang komprehensif.

Yakni meningkatkan akses internet, meningkatkan kualifikasi guru, membangun kebijakan serta regulasi yang memadai. Integrasi teknologi dalam pendidikan menawarkan berbagai peluang. Pertama, teknologi memungkinkan akses ke sumber daya belajar yang lebih luas.

Siswa dapat mengakses berbagai bahan ajar dari seluruh dunia, mulai dari video pembelajaran, artikel, hingga kursus daring dari universitas terkemuka. Kedua, teknologi memfasilitasi pembelajaran yang dipersonalisasi. Melalui data analitik, guru dapat memahami kebutuhan dan perkembangan siswa secara individu dan menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar masing-masing siswa. Merujuk perkembangan teknologi yang terus berlanjut, masa depan pendidikan di era digital terlihat sangat menjanjikan.

Masa depan pendidikan yang cerah bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sesuatu yang bisa kita wujudkan bersama. Harus kita sikapi bahwa literasi digital tidak lagi menjadi pilihan tetapi keterampilan yang penting dimiliki oleh siswa. Respon cepat terhadap digitalisasi sekolah sangat penting untuk membekali siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk berkembang di pasar kerja modern dan menghadapi tantangan global secara efektif.

Teknologi digital seperti komputer, internet, ponsel, dan aplikasi telah mengubah pendidikan secara signifikan. Dalam dunia pendidikan, perubahan ini dikenal sebagai revolusi digital. Revolusi digital juga memberikan efek yang signifikan dalam pendidikan ternasuk pada siswa, guru, dan lembaga Pendidikan.

Perubahan kebijakan dan kurikulum sekolah, pengembangan nilai dan karakter siswa, peningkatan keterampilan digital guru dan siswa, dan peningkatan infrastruktur dan investasi teknologi adalah semua bagian dari rencana revolusi digital. Mengutip pendapat Al Fatah dan Amirudin (2022), menyatakan bahwa di era teknologi informasi baru yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, strategi pembelajaran membantu siswa belajar secara kreatif dan mandiri untuk bersaing di dunia.

Pada akhirnya kecepatan informasi akan memengaruhi kehidupan manusia secara keseluruhan, dan khususnya dunia Pendidikan termasuk kalangan guru. Banyak tantangan yang dihadapi guru di era digital. Diantaranya permasalahan moral, pendidikan digital, permasalahan sosial, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi teladan dan menggunakan platform pendidikan teknis.

Guru juga dituntut untuk melakukan pengembangan bahan ajar digital yang sederhana dan menarik serta pengembangan bahan ajar berwawasan multikultural yang dapat memperluas pemahaman siswa terhadap dunia. Dengan demikian untuk meningkatkan serta perbaikan mutu Pendidikan diperlukan strategi yang tepat dari berbagai pihak. Termasuk reformasi kurikulum dan kebijakan Pendidikan yang harus disesuaikan dengan tuntutan era digital. Pentingnya peningkatan keterampilan digital untuk siswa dan guru.

Keterampilan digital meliputi kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, menggunakan, berkomunikasi, dan menciptakan informasi dengan menggunakan teknologi digital. Selain keterampilan digital, siswa juga harus mengembangkan nilai dan karakter yang sesuai dengan era digital. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, integritas, kerjasama, toleransi, kreativitas, inovasi, kritisisme, dan adaptabilitas harus ditanamkan pada siswa agar mereka dapat berkontribusi secara positif bagi masyarakat dan lingkungan. Siswa juga harus dibekali dengan sikap yang positif dan etis terhadap penggunaan teknologi digital. Semoga bermanfaat. (*).

Referensi :

  1. Al Fatah, N., & Amirudin, A. (2022). Peluang dan Tantangan Guru dalam Menghadapi Era Digital. Eduvis, 7(1), 1–9.
  2. Feri Sulianta. Syifa, S. F., Istirohmah, A. N., Lestari, P., & Azizah, M. N. (2023). Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik. Jurnal BELAINDIKA (Pembelajaran Dan Inovasi Pendidikan), 5(1), 21– 27.
  3. Mukaromah, E. (2020). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Meningkatkan Gairah Belajar Siswa. Indonesian Journal of Education Management & Administration Review, 4(1), 175–182.
  4. Sinaga, A. V. (2023). Peranan Teknologi dalam Pembelajaran untuk Membentuk Karakter dan Skill Peserta Didik Abad 21. Journal on Education, 6(1), 2836–2846.
  5. Zebua, F. R. S. (2023). Analisis Tantangan dan Peluang Guru di Era Digital. Jurnal Informatika Dan Teknologi Pendidikan, 3(1), Article 1. https://doi.org/10.25008/jitp.v3i1.55

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *