DAERAHDUNIA ISLAMPEMBANGUNANSERBA-SERBI

Perkuat Harmoni Sosial di Bulan Ramadan, Wali Kota Jambi Gandeng Ormas dan Tokoh Agama

Jambi, Mediator

Pemerintah Kota Jambi terus memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan sebagai sarana memperkuat hubungan sosial lintas elemen masyarakat. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, memperluas jangkauan silaturahmi dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh agama, serta pimpinan pondok pesantren dalam upaya membangun sinergi pembangunan daerah.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Sabtu (28/02/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam memperkuat kolaborasi sosial.

Dalam sambutannya, Maulana menekankan pentingnya peran ulama dan tokoh masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial. Ia menilai, kontribusi mereka sangat strategis dalam mendukung terwujudnya visi “Kota Jambi Bahagia”.

Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, melainkan juga harus memperhatikan dimensi spiritual dan pembentukan karakter masyarakat, khususnya generasi muda. “Kemajuan infrastruktur harus diiringi dengan kualitas akhlak. Tanpa itu, esensi kebahagiaan sebuah kota tidak akan tercapai,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Jambi terus mengimplementasikan berbagai program yang menyasar kesejahteraan tenaga keagamaan, seperti guru ngaji dan petugas syara. Selain itu, pemerintah juga tengah mengupayakan pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan bagi marbot dan imam masjid guna memberikan perlindungan yang layak atas pengabdian mereka.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota turut memaparkan perkembangan Program Kampung Bahagia sebagai salah satu program unggulan daerah. Program ini difokuskan pada pembangunan berbasis komunitas di tingkat rukun tetangga (RT).

“Hingga pertengahan tahun ini, program akan menjangkau ratusan RT, kemudian dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh wilayah dapat merasakan manfaatnya,” jelas Maulana.

Ia menambahkan, setiap RT akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh perempuan, pemuda, tokoh agama, hingga pengurus RT. Skema ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif warga sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

Lebih lanjut, Maulana menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi ormas untuk berkontribusi dalam kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat. Ia meyakini, keterlibatan kolektif akan memperkuat fondasi sosial sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan.

“Kebersamaan menjadi kunci utama. Dengan partisipasi seluruh elemen, pembangunan tidak hanya merata secara fisik, tetapi juga kokoh secara sosial,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, pimpinan lembaga keagamaan, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan di Kota Jambi. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *