Pinang “Kurang Diminati” Pasar, Ekpor Jambi Turun 4,61 %
Jambi, Mediator
Pinang, komoditi yang digadang-gadang menjadi primadona ekspor ini kini hanya dihargai 7-8 ribu perkilonya. Jauh dari harga sebelumnya yang mencapai 11 ribu hingga12 ribu rupiah per kilogram.
Penurunan harga secara signifikan ini, diakui petani pinang, sudah terjadi dalam dua bulan terakhir mengalami penurunan harga cukup signifikan. Para petani pinang pun mengeluh karena pendapatan mereka berkurang.
“Sekarang jauh merosotnya bang, mulai dari 8 ribu sampai 9 ribu per kilogram. Sebenarnya harga sempat membaik 11-12 ribu. Tapi kini turun lagi. Semoga saja tidak terjadi seperti awal tahun kemarin, hanya diharga 3-5 ribu perkilo. Nak makan apa kami,” keluh Samsuddin, petani pinang di Betara, Tanjab Barat.
Petani pun tidak banyak berbuat banyak dan hanya bisa pasrah, sambari menunggu harga kembali membaik. Sejauh dari pengamatan yang ada, harga pinang memang masih bergantung dengan tinggi rendahnya permintaan untuk ekspor.
Petani berharap, harga buah pinang yang menjadi andalan untuk membiayai kehidupan keluarga mereka ini bisa segera membaik, setelah sekian lama mengalami keterpurukan.
“Saya harap seperti itu, karena pekerjaan pinang ini juga banyak prosesnya. jadi berharap pemerintah bisa memperhatikan petani,” katanya.
Ekpor Jambi Turun 4,61 %
Kepala Badan Pusat Statiatik (BPS) Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, M.Stat, dalam siaran pers, secara virtual, Senin (02/01/2022) menyebut, nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan November 2022 turun 4,61 persen dibanding bulan Oktober 2022, yaitu dari US$ 229,10 juta menjadi US$ 218,54 juta.
Penyebab utama turunnya nilai ekspor Provinsi Jambi bulan November 2022 adalah turunnya ekspor pada komoditi pinang, komoditi minyak nabati, komoditi karet dan olahannya, serta komoditi batubara.
Agus menyebutkan, nilai ekspor sampai bulan November 2022 yaitu sebesar US$ 2.732,91 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021, yaitu naik sebesar 15,72 persen.
Kontribusi terbesar terhadap total ekspor di Jambi adalah ekspor kelompok Pertambangan yaitu sebesar 62,39 persen, diikuti Kelompok Industri sebesar 32,61 persen, dan Kelompok Pertanian sebesar 5,00 persen.
“Bila dirinci menurut komoditi, Kelompok Industri didominasi oleh karet dan olahannya yang memberikan kontribusi mencapai 15,57 persen. Penyumbang kontribusi terbesar dari Kelompok Pertambangan yaitu minyak dan gas yang mencapai 48,02 persen. Sedangkan dari Kelompok Pertanian, komoditi pinang memiliki sumbangan 3,75 persen,” ujarnya.
Ekspor menurut Negara Tujuan
Agus juga menyebut, secara umum nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada Bulan November 2022 ke beberapa negara utama mengalami penurunan. Ekspor Jambi yang mengalami penurunan adalah ke Thailand, Jerman, Perancis, Inggris, Cina, Jepang, India, Australia, dan Taiwan. Sedangkan pergerakan naiknya nilai ekspor dapat diamati ke negara Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, serta Korea Selatan.
Sampai dengan Bulan November 2022 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa secara umum transaksi ekspor mengalami peningkatan. Namun demikian, ada beberapa transaksi ekspor ke berbagai negara mengalami penurunan. Penurunan terjadi pada ekspor ke Singapura, Jerman, Inggris, Jepang, dan Australia.
Ekspor Menurut Pelabuhan
Kegiatan ekspor Jambi dilakukan melalui Pelabuhan di Jambi dan Pelabuhan di luar Jambi. Kegiatan ekspor pada Bulan November 2022 melalui Pelabuhan di Jambi sebesar US$ 115,94 juta dengan rincian komoditi asal Jambi US$ 114,53 juta dan komoditi yang berasal dari luar Jambi sebesar US$ 1,42 juta. Sedangkan ekspor Provinsi Jambi yang melewati pelabuhan di luar Jambi mencapai US$ 104,01 juta.
“Total ekspor asal Jambi sampai dengan Bulan November 2022 yang melalui pelabuhan di Jambi sebesar 42,52 persen dan yang melalui pelabuhan luar Jambi sebesar 57,48 persen,” pungkasnya.
(izt)
