DAERAHPEMBANGUNAN

Sabar !, Tak Lama Lagi masyarakat Jambi akan merasakan manfaat proyek IPAL yang di kerjakan PT.Waskita karya

Jambi, Mediator

Tak lama lagi kesiapan penggunaan Waste Water Treatment Plant (WWTP) B1 atau yang dikenal Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar dapat berjalan sesuai fungsinya, akan rampung.

Menurut Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jambi Dibyo S, untuk sarana WWTP-nya sudah selesai dan juga sudah dilakukan uji coba.

Perlu diketahui WWTP adalah sebuah sistem pengolahan air limbah yang secara khusus dirancang untuk mengolah limbah secara fisik, kimia, dan biologi. Hasil dari pengolahan air limbah tersebut memungkinkan untuk pemanfaatan kembali untuk aktivitas yang lain atau dibuang ke badan air.

Sistem tersebut akan mengolah air limbah dari aktivitas rumah tangga maupun industri dengan kapasitas dan beban pencemar yang beragam. Selanjutnya air limbah pertama rumah tangga yang diolah hingga hasil bersihnya siap disalurkan ke sungai sehingga tidak ada pencemaran sungai dari rumah tangga.

Sebagaimana dijelaskan pula oleh Dibyo, nanti 50 persen dibuang ke sungai agar tidak ada pencemaran dan 50 persen lagi dikembalikan ke rumah tangga untuk pencucian, seperti mencuci kendaraan dan lainnya.

“Pembangunan WWTP sudah dikatakan selesai, dan telah uji coba untuk memastikan berfungsi atau tidak. Selain itu, limbah juga sudah disuplai dari IPAL tinja yang ada di perbatasan Muaro Jambi” katanya.

Namun, yang masih menjadi kendala dalam operasional adalah proses penutupan jaringan yang belum selesai. Sehingga ia meminta pihak rekanan, untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut, lanjut Dibyo

Lebih lanjut dikatakan Dibyo, kegiatan peningkatan pelayanan air limbah domestik melalui penyediaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di Kota Jambi dilaksanakan melalui program Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSMIP).

Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) Kota Jambi memiliki kapasitas 7,500 m3/hari, dengan potensi pelayanan mencapai 10.300 Sambungan Rumah (SR). IPALD ini menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), yaitu teknologi pengolahan limbah secara biologis.

“Air limbah domestik yang dihasilkan dari daerah layanan tersebut nantinya akan disalurkan melalui jaringan perpipaan dengan panjang sekitar 40 km menuju Rumah Pompa di Kelurahan Rajawali, Kota Jambi,” kata dia.

Selanjutnya, air limbah dipompa dan disalurkan menuju IPAL yang berada di Kelurahan Kasang. Air limbah ini akan diolah dan air hasil olahannya akan dibuang ke badan air setelah memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan pemerintah pada tahap awal.

Sementara itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan sambungan rumah (SR) sebanyak 1.000 sambungan yang terdiri dari sambungan komersial dan non komersial.

Untuk memastikan bahwa pemda dapat mengoperasikan IPAL ini ke depannya, maka dalam pelaksanaan kegiatan MSMIP ini akan dilaksanakan pendampingan operasional kepada calon operator IPAL yang tunjuk oleh Pemerintah Kota Jambi.

Dengan demikian, harapannya setelah proses serah terima dilaksanakan, maka Pemerintah Kota Jambi dapat mengoperasikan IPAL ini secara penuh pada tahun 2024 sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *