DAERAHDUNIA ISLAM

Sijago Merah “Tak Berani” Lahap Al Qur’an

Sungai Penuh, Mediator

Tuhan menunjukkan kebesarannya di tengah kebakaran yang menghabiskan satu unit rumah di Koto Baru Kota Sungai Penuh pada Senin lalu (11/11).

Dibalik abu-abu hitam yang tersisa terdapat Al-Qur’an yang masih utuh. Api hanya menghabiskan cover dan sedikit pinggiran Al-Qur’an. Sedangkan isinya masih utuh dan masih bisa dibaca dengan jelas.

“Kita bisa melihat isinya masih utuh dan bisa dibaca,” ujar ramon, cucu pemilik rumah.

Ramon menyebutkan akibat kebakaran, seisi rumah neneknya tidak tersisa lagi. Termasuk Lemari tempat penyimpanan Al-Qur’an juga habis terbakar. Anehnya Al-Qur’an tidak terbakar.

“Saya herannya lemari habis semua, tapi Al-Qur’an ini hanya sampulnya saja yang habis,” ucap Ramon.
Al-Qur’an ini disebut Ramon sebagai peninggalan terakhir neneknya. Neneknya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Neneknya selalu membaca Al-Qur’an ini, bahkan sewaktu terbaring sakit. Meskipun sakit, ditambah penglihatan sudah kabur, neneknya tetap berusaha membaca Al-Qur’an.

“Nenek selalu membaca Al-Qur’an, meskipun sedang terbaring sakit,” kata Ramon.

Masih Ramon, Al-Qur’an tersebut merupakan peninggalan terakhir neneknya. Ia mengaku akan menyimpan Al-Qur’an tersebut dengan baik. Untuk mengingat kebesaran tuhan yang maha kuasa dan mengingat kenangan bersama neneknya.

“Saya akan menyimpan ini (red), supaya saya selalu ingat kebesaran tuhan dan mengiat nenek,” tutup Ramon.(apa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *