Sinergi Pemkot–UBR Menguat, Maulana Dorong Mahasiswa Gizi Ambil Peran Strategis dalam Program Nasional
Jambi, Mediator
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia akademik kembali diperkuat melalui kegiatan Pengukuhan Forum Komunikasi Rukun Tetangga (RT), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta Lembaga Adat Melayu di Kelurahan Lebak Bandung, 7 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., bersama Rektor Universitas Baiturrahim (UBR), Dr. Filius Chandra, S.E., M.M. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat peran kelembagaan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Rektor UBR menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam kehidupan sosial masyarakat sebagai bagian dari pengabdian akademik. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Jambi memberikan apresiasi terhadap kontribusi UBR dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial.
Maulana secara khusus menyoroti peran mahasiswa program studi gizi yang dinilai memiliki peluang besar dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kompetensi di bidang gizi menjadi elemen penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Lulusan gizi memiliki prospek yang sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Mereka diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam program peningkatan gizi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi turut mengembangkan kepedulian sosial dan kemampuan adaptasi di tengah masyarakat. Hal tersebut dinilai penting untuk membentuk tenaga kesehatan yang profesional sekaligus humanis.
Dukungan pemerintah daerah terhadap UBR dinilai semakin memperkuat posisi institusi tersebut sebagai salah satu pusat pendidikan tenaga kesehatan di Provinsi Jambi. Di bawah kepemimpinan Rektor Filius Chandra, UBR terus melakukan pengembangan untuk menjawab kebutuhan sektor kesehatan yang kian dinamis.
Kegiatan ini juga diisi dengan dialog interaktif yang membahas penguatan nilai adat dan budaya lokal sebagai fondasi pembangunan masyarakat. Diskusi tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus berpijak pada nilai sosial dan kearifan lokal.(ADV)
