Stadion Bhakti Karya Mirip Kubangan Kerbau, Bupati Cup 2022 Dihentikan
Kuala Tungkal, Mediator
Intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan lapangan Stadion Bhakti Karya banjir dan berlumpur mirip kubangan Kerbau, akibatnya turnamen Bupati Cup 2022 dihentikan sementara.
Saat ditanya terkait dengan dihentikannya dikarenakan lapangan banjir dan tidak layak untuk diadakan laga pertandingan, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Hairan tak menapik hal tersebut. Ia mengaku kondisi cuaca saat ini tidak menentu akibatnya.
“Kegiatan sepak bola ini situasional larena cuaca di Indonesia ini tidak menentu kadang di desember tidak hujan malah kadang di januari hujan situasional juga. Namun ini curah hujan kita tinggi kemudian daerah kita dataran rendah juga sehingga Bupati Cup tidak maksimal dilaksanakan,” ujarnya.
Terkait kegiatan Bupati Cup, Hairan menyebutkan agenda itu sudah nenjadu angenda rutin yang kedepannya akan diselenggarakan secara turin disetiap tahunnya.
“Kami sudah sempat berbicara dengan pak bupati saat pembukaan bahwa Bupati Cup ini akan menjadi angenda rutin walau sempat terhenti di pandemi,” ujarnya.
Hairan mengaku kendala yang selalu di alami di lapangan Stadion Bhakti Karya setiap tahunnya yakni persoalan kondisi lapangan saat hujan dan air pasang.
“Namun yang menjadi masalah itu lapangan lapangan ini setiap tahun keluarkan anggaran perbaikan karena lumpur naik,” ungkapnya.
Terkait hal itu, Hairan mengatakan telah mengusulkan untuk membangun baru stadion. Ia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan bupati terkait stadion. Bahkan dirinya mengusulkan untuk membangun stadion baru di tempat dataran tinggi yang lebih layak di Betara.
“Kemarin kita sarankan ke pak bupati lapangan ini kita pindahkan ke Pematang Lumut kita buat stadion saya sampaikan ke pak bupati nampaknya pak bupati menyetujui,” katanya
Hairan mengatakan akan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanhab Barat akan dilakukan sesegera mungkin agar pembangunan stadion itu bisa terealisasi di 2023.
Hairan menegaskan semua itu akan berjalan dengan lancar jika bupati menyetujui untuk dilaksanakan.
“Kegiatan itu nanti akan kita panggil PU apakah itu bisa masuk di anggaran 2023 atau di APBDP 2023 itu yang akan dibicarakan namun itu kewenangan ada di pak bupati,” paparnya.
(adl)
