DAERAH

Tahun Ajaran Baru Di Depan Mata, Diknas Diminta Evaluasi PPDB

Jambi, Mediator

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi Jambi setiap tahun nyaris mengalami kegaduhan. Terkait hal itu, Dinas Pendidikan Provisi Jambi diminta segera melakukan evaluasi mengingat tahun ajaran baru sudah di depan mata.

“Kasus demontrasi siswa SMA 8 Kota Jambi beberapa waktu lalu merupakan puncak klimak dari carut marutnya PPDB, karena para pemangku jabatan perangkat yang bertanggung jawab dengan persoalan ini tidak becus mengurus PPDB. Kita tidak ingin ini terjadi lagi di tahun ini,” kata Anggota Fraksi Partai Gerindra Dapil Kota Jambi, Budiyako, kepada Mediator, Rabu (04/01/2022).

Budiyako berharap, adanya perbaikan revormasi di tubuh dinas pendidikan agar persoalan klasik ini terus berulang. Menurut dia, Dinas pendidikan seperti kehabisan akal karena setiap tahun selalu terjadi kegaduhan dalam penerimaan PPDB ini.

“Saya sering kali mengingatkan Diknas bahkan dengan gubernur sendiri agar merevormasi dan mengganti dengan orang -orang yang cakap dan paham dengan dunia pendidikan. Agar masalah tahunan ini tidak lagi terjadi,” katanya.

Persoalan PPDB secara online dengan mengunakan zonasi juga banyak dikeluhkan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal jauh dengan tempat sekolah. Salah satunya Desi, warga yang tinggal di kelurahan Rajawali RT.07, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

“Anak-anak kami yang mau melanjutkan sekolah ke tingkat SMA sudah dipastikan tidak bisa lewat jalur zonasi ini. Yang dekat dengan sekolah saja tidak terjaring apalagi kami yang jaraknya hampir 3000 meter dari sekolah yang di tuju,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, nyaris setiap tahunnya di Kelurahan Rajawali Kecamatan Jambi Timur ini tidak ada yang terjaring untuk masuk sekolah negeri yang sudah di tentukan zonasinya dari Dinas Pendidikan.

“Kalau masih pake zonasi, tahun ini tetap tidak ada anak-anak kami yang bisa masuk sekolah negeri,” keluhnya. (ion)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *