Viral Main Game Saat Arahan Gubernur, Kepala BGN Jambi Klarifikasi dan Minta Maaf
Jambi, Mediator
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Jambi, Adityo Wirapranatha, menjadi sorotan publik usai video dirinya diduga bermain game saat rapat koordinasi pengamanan Idul Fitri 1447 H/2026 viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi dalam rapat Forkopimda yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Senin (16/3/2026), saat Gubernur Jambi, Al Haris, tengah memberikan arahan.
Dalam video yang beredar, Adityo terlihat memegang tablet saat rapat berlangsung. Aksi tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat terkait etika pejabat publik dalam forum resmi pemerintahan.
Menanggapi hal itu, Adityo menyampaikan klarifikasi lengkap sekaligus permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya memang sempat bermain game di sela rapat dengan alasan untuk menjaga kondisi tetap terjaga karena kurang istirahat.
“Kejadian Senin Tanggal 16 Maret 2025, Lokasi di Swiss-bel Hotel Kota Jambi. Kejadian bermula disaat saya sedang bermain game dengan judul Fate Grand/Order saat bapak Gubernur menyampaikan pengarahan terkait persiapan pengamanan Idul Fitri 2026. Kami bermain game saat itu untuk membuat saya terjaga karena saya kurang tidur karena untuk mengecek kesiapan hari operasional terakhir dan takut ketiduran saat acara. Saat bermain game pun saya sambil memperhatikan karena game yang saya mainkan sifatnya tidak meminta saya harus fokus terus menerus ke game,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat dirinya bermain game, ada pihak dari tim media yang merekam dan menyebarkan video tersebut hingga menjadi viral.
“Saat saya main game ada seseorang dari tim media memvideokan saya sedang main game dan video tersebut di share ke grup media provinsi. Sebelum kejadian viral saya sempat ke toilet sebentar dan saat kembali ke ruangan ada seorang wartawan menanyakan terkait klarifikasi saya main game saat pak gubernur menyampaikan arahannya, di saat saya tanya dari media mana, tidak dijawab dengan jelas setelah itu saya kembali ke tempat duduk,” lanjutnya.
Setelah mengetahui video tersebut tersebar, Adityo mengaku langsung menghentikan aktivitas bermain game dan kembali fokus pada pekerjaan.
“Alhasil setelah ada yang memberikan share terkait berita saya bermain game, saya tidak bermain game lagi dan kemudian membuka aplikasi kerja saya untuk mengecek laporan harian dari anggota saya. Setelah selesai acara saya langsung menghadap ke pak gubernur untuk melakukan permintaan maaf secara langsung atas perbuatan saya,” katanya.
Terkait pernyataan sumpah yang juga menjadi perbincangan publik, Adityo menyebut hal itu terjadi secara spontan dalam kondisi emosional saat dimintai klarifikasi oleh wartawan.
“Setelah melakukan permintaan maaf dan ingin keluar ruangan, saya dihampiri oleh wartawan dan mereka meminta klarifikasi saya pada saat itu dimana kondisi emosi saya tidak stabil, dan ada satu wartawan menanyakan bahwa ada netizen yang berkomentar bahwa saya bermain judol, disana saya langsung spontan mengatakan bahwa jika saya main judol maka saya sumpahin diri saya mati di jalan hari itu juga dan saya sampaikan dua kali. Tetapi sesudah saya pulang narasi yang saya sampaikan berubah seakan akan jika saya bermain game maka saya nyumpahin diri saya mati,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Adityo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan etika sebagai pejabat publik.
“Dari kejadian ini saya pribadi memohon maaf atas perbuatan saya bermain game saat bapak gubernur memberikan arahan, hal ini berkaitan dengan etika saya sebagai pelayan publik yang tidak patut dicontoh, permohonan maaf dan klarifikasi ini saya buat dengan sebenar benarnya tanpa ada yang saya lebihkan dan saya kurangi, sekali lagi saya mohon maaf sebesar besarnya kepada masyarakat,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan pengingat pentingnya menjaga profesionalisme serta etika, khususnya dalam forum resmi pemerintahan.(rdh)
